PHP Dev Cloud Hosting

Rakyat Papua tiba di kantor Kejati Papua, langsung dipalang Aparat Keamanan

  • Bagikan
Massa aksi tertahan di luar gapura Kantor Kejati Papua. Nampak sejumlah anggota Aparat Keamanan berpakaian preman sedang menulis di Smartphone bahkan memotret - Foto: Yulianus Magai

Jayapura, [WAGADEI] – Komite Nasional Papua Barat [KNPB], mahasiswa dan rakyat Papua, Senin, [30/8/2021] mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi [Kejati] Papua untuk meminta Victor Yeimo, juru bicara internasional KNPB Pusat sesuai dengan Keputusan Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura belum lama ini. Namun ketika massa tiba di depan kantor Kejati, pihak Kepolisian menutup gapura dan memalang massa di kantor yang berlokasi di Dok IX, Kota Jayapura.

Sekertaris KNPB Pusat, Omikzon Balingga mengatakan, untuk menghargai hukum negera Indonesia, Kejati Papua segera berikan kebebasan berobatkan kepada Victor Yeimo karena Hakim Pengadilan Negeri sudah putuskan untuk sang jubir PRP itu harus jalani pengobatan.

“Namun sampai saat ini, sudah jam 12:40 waktu Papua pihak Kepolisian palang kami di gapura kantor Kejaksaan Tinggi dan tidak menerima kami,” ujarnya kesal.

Balingga meminta pihak Kejati PapuaMass segera menerima pihaknya sekaligus memerintahkan kepada Kepolisian agar membuka pemalangan tersebut.

“Kami datang ini mau sampaikan aspirasi sekaligus memohon putusan Pengadilan Negeri. Jika tetap dipalang kami tetap di sini sampai malam,” ujarnya sambil menunjukkan hasil keputusan Hakim.

“Kami juga sudah bawah hasil keputusan penjamin oleh Hakim di Pengadilan Negeri jayapura bahwa Victor Yeimo harus berobat sedangkan kedua anggota DPR Papua yakni Laurenzus Kadepa dan John NR Gobai menjadi jaminan untuk Victor Yeimo,* ungkapnya tegas.

Ia menegaskan, pihak Kejaksaan Tinggi segera temui pihaknya yang masih dipalang di depan pintu gerbang Kejati oleh pihak Polisi.

Kesempatan itu juga, kata dia pihaknya tak akan mundur hingga keinginan mereka harus terwujud bahwa Kejati Papua harus menemui pihaknya bahkan menyampaikan agar Victor Yeimo harus berobat sesuai keputusan Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura.

“Pimpinan Kejaksaan Tinggi harus menerima aspirasi kami. Itu agar kami sampaikan aspirasi kami, yakni hak-hak Victor Yeimo segera penuhi. Dia bukan pelaku rasisme tapi dia adalah korban rasisme. Rasisme juga sudah dituntaskan oleh tujuh orang tapol, untuk apa masih tahan-tahan dia [Victor Yeimo],” tegasnya.

Editor telah berupaya konfirmasi ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal melalui pesan WhatsApp namun tidak dibalas.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi wagadei.com belum memperoleh pernyataan dari pihak Kejati Papua. [*]

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *