Anggota DPR Papua juga didorong keluar oleh Polisi dari kantor Kejati Papua

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Ketua Kelompok Khusus (Poksus) juga sebagai anggota DPR Papua, John NR Gobai didorong paksa keluar oleh anggota Polisi setelah dibukakan pintu oleh Polisi jua di kantor Kejaksaan Tinggi [Kejati] Papua pada Senin, [30/8/2021] siang. Itu setelah beberapa waktu sebelumnya anggota DPD RI Perwakilan Papua Herlina Murib juga ditolak buka pintu oleh Aparat Keamanan.

Penarikan keluar itu terjadi saat massa aksi datangi Kantor Kejati Papua untuk meminta penjelasan tentang penahanan Victor Yeimo pasca putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura tentang pembantaran untuk melakukan pengobatan.

 

Nonton: https://youtu.be/YlyAyx6Z5oc

“Saya datang di Kejati Papua itu melihat dari dekat jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Setelah saya tiba, diumumkan agar dalam 15 menit massa harus tinggalkan tempat. Saya pikir ini tidak baik jika rakyat pulang kecewa tanpa dengar informasi secara resmi dari Kejati. Makanya saya ke depan [pintu] meminta ke Aparat untuk saya temui Kajati [Kepala Kejaksaan Tinggi]. Polisi buka pintu, beberapa langkah saya masuk kedalam, polisi pula yang dorong saya keluar,” ujar John NR Gobai kepada wagadei.com kepada wagadei.com ketika dikonfirmasi melalui selulernya.

Baca: https://wagadei.com/2021/08/30/wah-anggota-dpd-ri-tidak-diizinkan-masuk-di-kejati-papua/

Ia mengaku, saat didorong keluar terdengar suara dari salah satu oknum Polisi menyebutnya; “ko [kamu] yang otaknya”.

“Siapa yang otaknya? Saya tidak atur mereka kok, bikin kacau saja,” ujarnya kesal.

Posting foto yang beredar di WhatsApp Group – Screenshot

“Baju yang saya pakai ini rakyat punya baju, tidak terkesan elitis. Jadi saya diusir karena rakyat, itu tidak apa-apa. Cuma saya sarankan kedepan harus berdemokrasi yang dewasa,” ungkapnya tegas.

Seketika ia didorong keluar dari halaman kantor Kejati Papua, Gobai menyerukan; “Saya bilang saya ini pejabat. Kalian harus hargai”.

Sebenarnya, lanjut, jikalau pihak Polisi minta ke Jaksa temui massa jelaskan perkembangan, tidak perlu ada persoalan lagi. Pasalnya rakyat hanya datang untuk mendengarkan penjelasan atas keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura terkait pembantaran untuk melakukan pengobatan terhadap terdakwa Victor Yeimo.

Baca: https://wagadei.com/2021/08/30/aparat-bubarkan-paksa-rakyat-papua-yang-tuntut-hak-rawat-inap-vy/

“Harusnya ada Jaksa yang keluar kasih penjelasan, saya kira tidak ada persoalan. Karena massa datang itu hanya mau dengar penjelasan saja. Tidak ada masalah. Orang bertanya itu hanya butuh jawaban saja, biar dengar sendiri,” kata Sekretaris II Dewan Adat Papua ini.

Selama ia berada di lingkungan kantor Kejati Papua, ia mengakui bahwa pihaknya Jaksa tak menunjukkan muka.

“Memang Kejaksaan tidak keluar, tidak ada di halaman kantor Kejati. Hanya Polisi saja ada di halaman kantor Kejati. Mungkin jaga Kamtibmas ya,” ucapnya.

***

Herlina Murib, anggota Dewan Perwakilan daerah Republik Indonesia [DPD RI] Perwakilan Papua yang datang ke kantor Kejaksaan Tinggi [Kejati] Papua yang berlokasi di Dok IX Kota Jayapura itu tidak diizinkan masuk oleh Aparat Keamanan Senin, [30/8/2021].

Mama Murib [sapaan akrab Herlina Murib] datang hendak menemui Kepala Kejati Papua namun langkahnya terhenti di halaman Kantor Kejati Papua,

Kepada jurnalis wagadei.com, senator Papua dua periodeini menjelaskan, tujuan kedatangannya ke Kejati Papua untuk kembali mendesak Kepala Kejati Papua agar diberikan akses untuk bisa berobat atas kesehatan yang kian memburuk bagi Victor Frederick Yeimo, juru bicara Komite Nasional Papua Barat [KNPB].

“Sebelumnya, saya sudah datang ketemu Kejati Papua untuk desak Kejati berikan akses kesehatan dan pengobatan kepada Victor Yeimo tanpa melepas proses hukumnya. Tetapi karena Kejati tidak mengindahkan permintaan itu jadi saya datang kembali lagi, tapi tidak diizinkan masuk oleh pihak Aparat Keamanan,” ungkap Herlina Murib dengan nada kesal. [*]

Penulis: Aweidabii BazilEditor: Abeth A. You
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *