PHP Dev Cloud Hosting

Orang Papua Mengobati Keterlukaan Jiwa

  • Bagikan
Ilustrasi

Orang Papua Mengobati Keterlukaan Jiw dengan Ilmu Jiwa Dinamis dari Freud

Oleh: Marius Goo

SIGMUND Freud dilahirkan di Freiburg, Moravia dan meninggal di London, Ingris. Di Wina ia hidup hampir delapan puluh tahun. Usia Freud yang panjang, mulai tahun 1856-1939, melingkupi salah satu masa yang paling berdaya cipta dalam sejarah ilmu pengetahuan. Charles Darwin dengan buku Origin of Species dan Gustav Fechner yang membentuk ilmu pengetahuan tentang ilmu jiwa. Kedua orang ini mempunyai pengaruh besar atas perkembangan jiwa intektual Freud (Calvin S.,Hall: 2017, hlm.3).

 

Freud mendapatkan ilmu kedokteran dan menjadi Dokter di Wina tahun 1881. Setelah menjadi dokter ia ingin menjadi seorang sarjana dan tidak berniat membuka praktek dokter. Karena itu ia hanya lebih mengutamakan penelitian. Selama lima belas tahun ia mengkhususkan dirinya unuk menyelidiki susunan saraf. Hasil-hasil dari penyelidikan ilmiah tidak mencukupi keuangan keluarga untuk memberi nafkah kepada seorang isteri dan enam anak juga beberapa anggota keluarga lainnya. Karena itu, meskipun sangat bertentangan dengan kehendaknya, ia terpaksa membuka praktek sebagai dokter. Meskipun membuka prakterk sebagai dokter, ia masih mempunyai waktu untuk mengadakan penyelidikan dalam ilmu neurologi (ilmu sususan urat saraf) dan akhirnya terkenal sebagai seorang sarjana muda yang banyak harapan.

Dengan membuka praktek sebagai dokter, ia menciptakan ilmu jiwa yang dinamis. Hubungan dengan para pasien mendorong untuk berpikir dalam rangka ilmu jiwa. Yakni, Freud dengan membuka praktek sebagai dokter, mengingat pengalaman ilmiahnya, ia mengadakan spesialisasi tentang pengobatan orang-orang yang mengalami kekacauan (gangguan) urat saraf. Cabang ilmu kedokteran ini masih dalam taraf terbelakang.

Freud mengembangkan teknik pengobatan yang baru dan lebih maju, cara “mencurahkan hati” atau cara hubungan yang bebas memberikan kepada pengetahuan yang luas tetang sebab-sebab yang menjadi dasar dari dingkah laku yang abnormal. Dengan minat dan semangat ilmiah yang besar, ia mulai menjelajah lebih dalam jiwa pasien-pasien. Penjelajaan ini memperlihatkan adanya tenaga-tenaga dinamis yang sedang bekerja dan menjadi sebab timbulnya gejala-gejala abnormal yang harus diobati. Lambat laun dalam pikiran Freud mulai terbentuk pendapat, bahwa kebanyakan dari tenaga-tenaga itu adalah tenaga yang tak sadar.

Papua Butuh Dokter Jiwa

Pengalaman Freud sebagai dokter yang dapat menangani pasien dengan membuka praktek dokter untuk menyembuhkan penderita saraf, mengajarkan bagaimana menangani penderitaan saraf bagi orang Papua. Di tengah terpaan badai persoalan, baik individu maupun keluarga dan sebagai bangsa, peran sebagai dokter (special saraf) sangat dibutuhkan.

Yang dimaksud dengan dokter, pertama dan utama adalah mereka yang telah menempuh perkuliahan kedokteran, terlebih lagi yang memiliki spesialisasi nourologi (bidang saraf), tetapi juga setiap pribadi secara ilmu pengetahuan wajib mengetahui sabab akibat dari penyakit saraf dan cara-cara menghindarinya. Berdasarkan cara penanganan Freud:

Pertama, menyadari tenaga-tenaga tak sadar. Artinya, setiap manusia Papua sadar betul tentang gerakan-gerakan alam bawah sadar yang selalu membelenggu kehidupan. Yakni melihat bagaimana rohaninya bekerja. Menyadari betul tenaga-tenaga yang mempengaruhi dan saling bertentangan. Hidup secara lebih sadar.

Kedua, Saling Mencurahkan hati. Orang Papua harus menjadi dokter untuk yang lain dengan menjadi pendengar bagi sesama. Sesama yang mengungkapkan keluh kesah (beban hidup) adalah “pasien” yang harus didengarkan dengan sepenuh hati, tidak harus membalas, namun, jika memungkinkan memberikan tanggapan positif dalam usaha mencari jalan keluar.

Orang Papua saat ini hidup di atas masalah. Kompleksitas masalah membuat orang Papua untuk tidak betah dengan masalah-masalah yang ada, apalagi menyerah dan putus asa. Cara penanganan pasien nourotik dari Freud menjadi satu cara terbaik untuk menangani sakit jiwa yang makin menjamur di tubuh rakyat Papua. Pengobatan terhadap gangguan jiwa harus terlebih dahulu mulai dari diri dan terlebih oleh kaum medis yang membidangi penyakit neurologi.

*] Penulis adalah Dosen STK Touye Paapa Deiyai

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *