Makin buruk, KNPB: Hentikan proses hukum dan berikan akses kesehatan untuk VY

  • Bagikan
Viktor Yeimo, Jubir KNPB dan PRP Tolak Otsus Jilid II ketika diperiksa Dokter di RSUD Dok II, Jumat (27/8/2021) - Ist

Jayapura, [WAGADEI] – Komite Nasional Papua Barat [KNPB] kembali mendesak yang ke sekian kali kepada Kepolisian Daerah [Polda] Papua dan Kejaksaan tinggi [Kejati] Papua untuk menghentikan proses hukum terhadap terdakwa Viktor Yeimo dan berikan akses kesehatan. Desakan dalam bentuk pernyataan sikap ini disampaikan, lantaran kondisi kesehatan tubuh Viktor Yeimo yang semakin memburuk.

Dikatakan, Victor Yeimo sejak ditangkap 9 Mei 2021 tidak mendapatkan akses kesehatan yang maksimal. Hasil pemeriksaannya dari dua kali diperiksa pun belum diketahui publik hingga kini.

“Kami meminta kepada pihak Polda dan Kejati hentikan proses hukum terhadap Viktor Yeimo dan berikan layanan kesehatan yang baik. Kenapa? Karena hasil pemeriksaan di RSUD Dok II pada 20 Agustus 2021 hingga hari ini pun Polda dan Kejati tidak terbuka ke publik. Padahal, semakin hari kesehatan Victor Yeimo semakin memburuk,” tegas ketua KNPB Wilayah Numbay, Hosea Yeimo, usai sidang pemeriksaan saksi dan pembuktian surat terdakwa Victor Yeimo, di halaman Pengadilan Negeri Jayapura Jumat (27/8/2021), kepada wagadei.com.

Pihaknya juga menuntut Kejati Papua, Kejaksaan Negeri [Kejari] Jayapura dan Polda Papua untuk memindahkan Victor Yeimo dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Abepura agar akses keluarga untuk mengunjungi Victor terbuka selebar-lebarnya.

Victor Yeimo bukan milik satu suku, marga dan satu organisasi melainkan milik seluruh orang Papua, maka menurut pihaknya, sudah seharusnya Polda dan Kejati mengumumkan hasil pemeriksaan rumah sakit ke publik.

“Jika tuntutan kami ini tidak dipenuhi, maka kami siap lakukan mobilisasi umum bersama semua rakyat Papua untuk duduki markas kepolisian di seluruh daerah tanah Papua,” tegasnya.

Terkait kondisi kesehatan Viktor Yeimo, seperti dikutip dari suarapapua.com, pada 27 Agustus 2021, Victor Yeimo dibawah ke Rumah Sakit Umum Jayapura di Dok II dengan tujuan untuk melakukan pemeriksaan lanjut dan dirawat di rumah sakit.

Namun, Gustaf Kawer, Salah satu anggota Tim Penasehat Hukum Victor Yeimo saat dihubungi suarapapua.com, Jumat (27/8/2021) mengungkapkan bahwa setelah Victort Yeimo dibawah ke RS Dok II Jayapura, ada desakan dan tekanan dari Jaksa untuk Victor Yeimo tidak boleh rawat inap di RS.

“Benar bahwa Victor sudah dibawah ke RS tadi. Hanya saja untuk rawat inap masih berdebat dengan jaksa. Karena Jaksa maunya Victor Yeimo tidak dirawat di RS Dok II,” ungkapnya.

Menurut dia, terjadi perdebatan antara Penasehat Hukum dan Victor Yeimo dengan Jaksa di Rumah Sakit. Victor dan PHnya menginginkan agar Yeimo dirawat di RS sedangkan Jaksa menginginkan agar Yeimo tidak dirawat di RS.

Untuk persidangan digelar pada hari ini (27/8/2021), Majelis Hakim mengatakan sidang selanjutnya akan dilanjutkan Senin [30/8/2021] dengan agenda pemeriksaan saksi Kapolda.

“Senin pagi kita akan periksa saksi dari Kapolda dan sekalian sorenya ambil kesimpulan. Kemudian pada hari Selasa akan kita putuskan,” ujarnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *