Ini cerita saksi terdakwa pada sidang lanjutan Victor Yeimo

  • Bagikan
Saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura kasus terdakwa Victor Yeimo - Foto: Theresia Tekege

 

Jayapura, [WAGADEI] – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura kembali menggelar sidang lanjutan pada Jumat, [27/8/2021] terkait kasus penangkapan terhadap juru bicara KNPB Pusat, Victor Yeimo pada 9 Mei 2021 lalu. Kali ini dengan agenda pemeriksaan saksi dan pembuktian surat.

Saksi dari pihak terdakwa Victor Yeimo dihadiri Jackson Gobai sedangkan saksi pihak Kapolda Papua tak hadir.

Saksi Jackson Gobai mengatakan, tanggal 9 Mei 2021, pukul 19:30 WP istri terdakwa Victor Yeimo, Corry menelepon kepada pihaknya untuk memberikan kabar penangkapan terdakwa Yeimo cs.

“Kata istrinya, Victor ditangkap aparat keamanan sedang dalam mobil menuju ke tahanan. Menurut istrinya, penangkapan terjadi di Kamkei, Tanah Hitam dan dibawah ke Polda Papua,” kata Gobai menceritakan depan Majelis Hakim, Kuasa Terdakwa dan Kuasa Hukumnya Kapolda Papua.

Setelah mendapat informasi penangkapan saksi menuju ke kantor LBH Papua untuk kabarkan informasi penangkapan tersebut.

“Pukul 21.00 atau jam 9 malam, empat orang yakni Bernard, Salmon Degei, Corry Kayame (istrinya terdakwa) dan saya (saksi) dari LBH menuju ke Polda Papua. Sampai di Polda Papua hingga saat ini, saya (saksi) tidak pernah melihat fisik surat penangkapan,” ungkapnya tegas.

Keesokkan harinya, ketika saksi antar makanan ke Polda Papua, ia akui Victor Yeimo tidak lagi berada di rutan Polda Papua. Katanya, menurut orang Polda, Victor dipindahkan ke Mako Brimob di Kota Raja.

“Awal-awal kami antar makanan, Polda dan Mako Brimob tidak memberikan jaminan. Karena kata mereka, harus ada surat izin dari Polda ( Penyidik ) . Surat izin yang dimaksud orang Brimob, tertulis dari penyidik. Jadi keluarga mengalami kesulitan selama tiga minggu,” jelasnya.

Saat itu, lanjut dia, setelah pihaknya kewalahan antar makan, melakukan koordinasikan dengan Pengacara Hukum Victor Yeimo, yakni Emanuel Gobay, SH, MH dan kawan-kawannya.

“Solusi lain yang diberikan pengacara hukum adalah surat yang menjamin memberikan kami akses untuk ketemu Victor. Setelah surat jaminan dibuat, kami hanya antar makan sampai pos kecuali hari Sabtu kami bisa masuk sendiri,” ujarnya.

Ia mengaku, awalnya istri dan keluarganya Victor sulit ketemu hingga pertengahan Juli 2021.”

 

” Di pertengahan Juli itu baru kami ada ruang untuk ketemu Victor,” ucapnya.

Saat temui Yeimo, ia mengatakan, pihaknya mendapatkan Victor sudah mengalami penurunan kesehatannya. “Sehingga ini menjadi bahan pertimbangan bagi kasih provos dan kami diizinkan sehari dalam seminggu untuk ketemu Victor,” kata dia.

“Kami keluarga, tidak pernah dikasih tahu oleh pihak Polda kalau Victor terlibat langsung dalam tindakan kriminal di aksi rasisme 2019,” Paparnya. [*]

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *