Mengembalikan Epouto sebagai Pusat Pendidikan di Meeuwo

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Epouto sebuah kampung dipinggiran Danau Tage, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, wilayah ini dikelilingi oleh perbukitan; Kobouyedimi, Potaamo dan Miye serta Danau Tage. Dahulu pastor asal Belanda membangun SR (sekolah rakyat) dan SMP (sekolah menengah pertama), anak-anak Mee dan Moni yang beragama Katolik dibawah dan bersekolah di sini. Banyak orang-orang hebat adalah lulusan dari Epouto.

Ketua Kelompok Khusus [Poksus] DPR Papua, John NR Gobai mengatakan, pendidikan di Epouto adalah sekolah berpola asrama. Wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan seperti Deiyai, Miye, Takapa dan Gipaiya serta danau Tage Biru ini memungkinkan siswa mudah diawasi.

Menurut Gobai, siswa selain belajar di sekolah juga bisa bekerja di kebun dan peternakan milik misionaris Katolik atau para pastor OFM yang telah tersedia.

“Dulu para siswa dari kampung lain melanjutkan kelas 4 SD sampai dengan SMP kelas 3 bersekolah di Epouto. Dengan pola asrama dan juga dukungan dana para donatur dari para misionaris Belanda, telah menghasilkan banyak orang hebat lulusan SD dan SMP Epouto. Karya ini kemudian hilang sejak dipindahkannya SMP Epouto ke Moanemani,” ujarnya kepada wagadei.com melalui keterangannya, Kamis, (26/8/2021).

Gobai yang juga mantan Ketua Dewan Adat Daerah [DAD] Paniai mengatakan, melalui pemikiran sejumlah orang hebat di Epouto sejak tahun 2009 keatas yang dimotori Esau Tekege, Emerikus Tekege, Siska You (ketiganya guru SD, SMP dan SMA YPPK Epouto) dan Amatus Tatogo serta Emanuel You, mereka membangun kembali SMP YPPK dan SMA YPPK Epouto serta asramanya yang sederhana.

“Saya pikir ini terobosan luar biasa membangun kembali atau mengembalikan Epouto sebagai pusat pendidikan yang berbasis Katolik di Meuwo (tanah air suku Mee), sesuai dengan kondisi alamnya. Saya yakin ini akan berkembang jika didukung baik oleh Pemerintah,” ujarnya.

Menurut dia, mengembalikan Epouto sebagai pusat pendidikan merupakan sebuah harapan, apalagi telah ada sekolah dan asrama tentu mreka memerlukan sentuhan dan dukungan pemerintah.

“Tidak perlu mengirim siswa keluar daerah tapi jika dibangun fasilitas yang baik, datangkan guru yang berkualitas ke Epouto maka, Epouto akan menjadi pusat pendidikan di Meuwo,” katanya. [*]

Reporter: Enaakidabii Carvalho
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *