Sidang Praperadilan VY kembali ditunda, Kapolda Papua diminta bebaskan VY dan sampaikan maaf

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Sidang kasus rasis praperadilan antara Viktor Yeimo melawan Kapolda Papua yang direncanakan digelar Senin 23 Agustus 2021 kemarin di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Papua, kembali ditunda.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan dari termohon yang sebelumnya juga ditunda pada Kamis (19/8/2021) akibat Kapolda Papua tidak hadir itu, ditunda lagi oleh Hakim Ketua karena diminta oleh kuasa hukum termohon, sehingga akan digelar Selasa (24/8/2201).

Hal disampaikan penasehat hukum Viktor Yeimo, Emanuel Gobai, Koordinator Litigasi Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, ketika dimintai keterangan oleh wagadei.com di sekretariat LBH Papua, Abepura, Senin (23/8/2021).

Gobai mengatakan sidang kembali ditunda atas permintaan kuasa hukumnya termohon Kapolda Papua dengan alasan membutuhkan beberapa jam lagi untuk menyiapkan jawabannya.

“Kuasa hukum termohon meminta tunda beberapa jam untuk ia menyiapkan jawabannya soal alat bukti dan sebagainya jadi sidang selanjutkan akan dilanjutkan besok. Setelah itu kami diminta bacakan berkas permohonan yang kami ajukan,” kata Gobai.

Gobai katakan sesuai permohonan berkas, ada beberapa hal disampaikan, utama meminta hakim karena penangkapan klien mereka tidak sah, segera memerintahkan untuk dibebaskan tanpa syarat dari tahanan.

“Kami juga minta hakim untuk menghukum Kapolda Papua karena telah melakukan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap klien kami,” ujarnya.

Sekaligus, lanjutnya, Kapolda Papua harus menyampaikan permintaan maaf selama tiga hari berturut-turut melalui berbagai media. Hal itu, menurutnya karena penangkapan yang dilakukan Satgas Gakkum Nemangkawi sewenang-wenang, dimana pada saat menangkap kliennya tidak menunjukkan surat tugas dan surat penangkapan.

“Viktor baru menerima surat penangkapan dirinya setelah tiba di Markas Polda Papua. Dan kami Koalisi Penegak Hukum dan HAM sebagai kuasa hukum Viktor menerima salinan surat penangkapan dan penahanan 10 Mei pukul 21.00 setelah Viktor ditahan tanggal 9 Mei,” jelasnya.

Dia menyebut pasal yang dilanggar Satgas Gakkum Nemangkawi yakni Pasal 18 ayat (1), UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara junto Pasal 18 ayat (1) dan ayat (2), Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Reporter: Yulianus Magai
Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *