Kasus Terdakwa Victor Yeimo, diduga intervensi dari pihak tertentu

  • Bagikan

 

 

Jayapura, [WAGADEI]- Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura, Papua menggelar melakukan sidang pra peradilan kasus penangkapan terdakwa Victor Yeimo, juru bicara KNPB Pusat pada Selasa, [24/8/2021] dengan agenda jawaban pemohon dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua.

Menurut Pengacara Hukum [PH] Victor Yeimo, Emanuel Gobay, S.H., M.H semua dalil-dalil yang dibuat Polda Papua ada beberapa hal dianggap rekayasa. “Karena faktanya tidak begitu, spesifik adalah pada saat penangkapan juga tidak ada surat penangkapan yang diberikan,” ujar Emanuel Gobay, S.H, M.H usai sidang

Pihaknya tidak melihat dan mendengarkan dasar hukum penangkapan dari Satgas Nemangkawi
“Kita ada di Negara Hukum sehingga apapun yang dilakukan warga Negara semua ditindakan atas dasar hukum,” katanya.

Lanjut Gobai, Hakim tunggal memberikan waktu kepada pihaknya sebagai kuasa hukum termohon untuk membuat replik dan kami ajukan replik pada hari Rabu, [25/8/2021] besok, dan sidangnya pada jam 9 pagi.

“Kami menyiapkan sebentar dan membacakan repliknya besok, ini dalam sidang pra peradilan. Dalam sidang pokok awalnya memeriksa identitas dari terdakwa dan memeriksa identitas dari kuasa hukum terdakwa, dan memeriksa identitas dari Jaksa,” katanya.

Pihaknya mempertanyakan alasan perkara yang sampai saat ini belum didapatkan yakni kondisi kesehatan terdakwa yang sedang kritis namun belum dapatkan satupun keterangan hasil pemeriksaan kesehatan tertulis oleh tenaga medis dari hasil sebanyak dua kali yakni pada [10/8/2021] dan juga [20/8/2021].

“Dengan kami belum dapatkan keterangan itu, terdakwa juga tadi menyampaikan, ia sudah melakukan pemeriksaan dan sampai saat ini belum dapat resep obat, sehingga kesehatan kondisi saja belum jelas, namun yang rasakan saat dibagian dada,” katanya.

Atas dua hal ini lanjut dia, maka pihaknya meminta kepada hakim untuk menunda persidangan dengan alasan kondisi kesehatan Victor Yeimo masih belum stabil.

“Kami juga menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa, pindahkan terdakwa Victor Yeimo dari rutan Mako Brimob ke Lapas Abepura agar dia bisa menjalani proses pengobatan  secara insentif,” ujarnya.

Ia juga melakukan memkomplain kepada Majelis Hakim karena pihaknya baru tahu tentang penahanan Pengadilan Negeri rupanya dimulai sejak  [12/8/2021], hiangga September.

“Kalau kami tahu dari awal, pasti surat pemindahan terdakwa dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Abepura, kami serakan kepada Pengadilan Negeri, begitu pula surat permohonan juga kami berikan kepada Pengadilan Negeri, tapi karena kami tidak tahu maka pada [15/8/2021] kami berikan ke Kejaksaan Tinggi, dengan pandangan  berdasarkan surat menahanan Kejaksaan yang terhiting sejak saat [6/8/2021-25/8/2021],” katanya.

Pihaknya meduga ada intervensi dari pihak lain, untuk itu diharapkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jayapura bisa professional dalam menjalankan proses persidangan dan mendepankan asas indenpenden sesuai dengan yang diatur dalam Undang-undang Kehakiman.

“Kami juga minta kepada hakim pengawas untuk memantau proses sidang  pokok nanti. Juga kami minta kepada komisi yudisial untuk memantau proses sidang pokok yang akan dilaksanakan pada Kamis [26/8/2021] agar bisa berjalan secara professional dan indenpenden. [*]

 

Reporter: Yulianus Magai
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *