Anggota pukul dan ikat ketua Ikatan Intan Jaya lantaran kecewa dana pendidikan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Yanuarius Weya, katua Ikatan Mahasiswa Intan Jaya di Jayapura dipukul dan diikat anggotanya sendiri lantaran kecewa atas bantuan dana pendidikan, pada Rabu (18/8/2021), di asrama Intan Jaya, Jayapura.

Setenus Bagubau, salah satu mahasiswa yang memerintahkan untuk pukul dan ikat mengaku sengaja ia dan rekan-rekannya melakukan tindakan tersebut lantaran kesal karena Yanuarius Weya dan pemerintah dalam hal dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kabupaten Intan Jaya bekerja sama dalam menyalurkan bantuan dana pendidikan yang tidak sesuai.

“Kami pukul dan ikat ketua ikatan kami karena dia mitranya dinas Kesra. Kami lihat, dia dan kepala dinas Kesra bekerjasama tidak salurkan dana yang baik ke kami. Ini bikin kami kecewa sekali,” jelasnya kepada wagadei.com, hari ini (19/8/2021) di Jayapura, melalui keterangan tertulis.

Bagubau menjelaskan untuk dana memang sudah dikirim awal (bulan) Agustus ini namun dana dikirim tidak semua anggota ikatan dapat. Hal tersebut itulah yang memancing emosi hingga melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

“Memang sudah dikirim tapi yang dapat sedikit orang saja, banyak dari kami yang belum. Ini kan tidak boleh. Kalau kirim harus semua. Jangan lain dapat, lain tidak. Karena untuk keperluan hidup dan biaya pendidikan, kita semua pelajar dan mahasiswa di Jayapura sini itu sama,” tekannya.

Dia menegaskan, ketua ikatan sudah, selanjutnya akan mencari dan melakukan hal sama kepada pihak Kesra.

“Kami tunggu dalam dua hari ini, Jumat sampai Sabtu. Kalau belum ditranfer juga, kami akan cari orang-orang Kesra. Dapat atau tidak dapat mereka, kami tetap bikin tindakan lebih besar dan keras,” tegasnya.

Terkait indakan yang dilakukan kepada ketua ikatan mereka, menurutnya adalah solusi terbaik dan terakhir supaya dana dapat dikirim mengingat solusi lain yang baik, tidak ada.

Kilkina Lokmbere, mahasiswa sekaligus bendahara ikatan, mengaku terkait dana pendidikan, belum ia dapat dari tahun kemarin (juga sekarang).

“Saya ini bendahara ikatan, tapi bantuan untuk saya belum masuk, sama seperti kawan-kawan lain. Tahun kemarin juga sama, saya tidak dapat. Saya kecewa sekali karena sekarang saya semester tiga, butuh biaya. Saya harap Kesra bisa respon cepat,” tuturnya.

Harapan itu disampaikannya, kata dia, karena mereka selain sebagai mahasiswa aktif yang sibuk di kampus, juga aktif di berbagai organisasi yang ada di Jayapura, dan bahkan sebagai pengurus inti organisasi seperti dirinya.

Sehingga bila, dikatakan, Kesra memakai alasan belum kirim karena adanya kesalahan antara NIM kampus dan nomor rekening, hanyalah alasan yang sangat tidak bisa untuk dibenarkan.

“Kesra punya penyakit siapa yang tidak tahu, kita semua tahu. Stop pakai alasan yang tidak-tidak. Data kami, kami sudah kirim 5-10 kali secara ulang-ulang. Jadi Kesra, stop tipu kami trus,” tegasnya.

Sementara, Boas Mirip yang juga mahasiswa di kampus USTJ, mengaku akibat belum ditransfer dana pendidikan karena ada sedikit tunggakan dana yang mesti dilunasi, tugas akhir yang sedang disusunnya alami hambatan.

“Saya hari ini mau yudisium, tapi susah karena biaya.  Apalagi kampus saya ini swasta, biayanya besar. Saya minta dengan hormat kepada Kesra tolong kirim cepat. Utamakan kami yang lagi akhir studi. Kami ini SDM asal Intan Jaya kedepan. Kami harus diperhatian serius,” tutupnya penuh harap.

Reporter: Musa Boma
Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *