PHP Dev Cloud Hosting

Pesan kepada Jokowi di HUT RI soal sikon tanah dan orang Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Di momen perayaan kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun pada 2021 ini, Yas Wenda, wartawan wagadei.com, menyampaikan pesan kecil kepada presiden Jokowi dan seluruh antek-anteknya.

Pesan kecil disampaikan Yas ini soal kondisi dan situasi yang terjadi di tanah Papua akan sumber daya alam dan manusia Papua oleh Indonesia yang kenyataannya makin miris.

Berikut pesan kecil yang ditulisnya:

Pada momen Hut RI ke 76, saya ingin titip pesan kecil melalui dinding media eosial ini, semoga dibaca Bapak Jokowi dan antek-anteknya.

Kapanpun Indonesa tidak ijinkan Papua lepas dari tangan NKRI, kami tahu dan sadar hal itu fakta.

Kekayaan terkandung dalam perut bumi Papua tiada taranya dan tiada bandignya dengan kekayaan di belahan bumi dunia lain juga daerah di Indonesia. Itu kami tahu.

Papua adalah rumah kita bersama. Siapa saja bole datang, yang jahat maupun yang baik.

Kekayaan bumi Papua merupakan dapur semua mahluk terutama manusia buas yang tidak tahu berterimaksih.

Hak atas hidup, hak berekpresi, hak politik, hak ekonomi, hak bersosial media, semua dibungkam, diambil alih Jakarta. Seolah-olah pulau Papua dihuni oleh manusia kuno, primitif, bodok, dianggap binatang liar, binatang Gorila, Monyet yang harus dimusnakan.

Kehilagan nyawa orang Papua berlangsung kapan saja, dimana saja. Sesuka-suka oleh bertangan besi dengan berbagai metode secara terstruktur, halus-mulus dan rapi.

Jumlah orang Papua selaku pemilik tungal tanah, kekayaan alam Papua, sudah menurun drastis 20% .

Angka diatas menunjukan orang Papua telah berlangsung kehilangan harapan hidup, kehilangan masa depan dan kehilangan segala galanya dari tanahnya sendiri.

Era Otsus

Sebagian orang Papua mengatakan Otsus adalah berkat Tuhan untuk sejahterahkan orang Papua, ada juga mengatakan bersama Indonesia akan maju bayak orang yang berpendapat di tingakat elite, pemuda dan Organisasi pro pemerintah.

Rakyat yang menerima damapak Otsus selama 20 Tahun sejak 2001-2021 mengatakan menolak karena otsus adalah telinga tuli, mata buta, kurang waras dan setengah gila. Berkat Otsus tidak menyentuh rakyat, berkat Otsus rakyat mengalami pembantaian atas nama keamanan nasional, atas nama melindungi kekayaan Negara.

Yang kami tahu seberapa besar telah engkau ambil dari Papua tidak sebading APBD, APBN, dana Otsus dan lain sebagainya yang engkau kirim dari Jakarta untuk Papua.

Ketika berkata Papua merdeka, dikatakan melawan negara walaupun UU mengiakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Di masa Otsus Jilid II negara semakin berisifat agresif. Melalui tangan keamanan dan kebijakan pemerintah Pusat.

Wahai Jokowi dan antek anteknya, lihat orang Papua seperti dirimu sendiri yang mempunyai panca indra lihatlah sebagai manusia, sebagai sesama anak bangsa. Hargailah sebagai pemilik bumi yang kaya raya.

Janganlah bangun Papua dengan pendekatan kekuatan militer. Bangunlah Papua dengan pendekatan kemanusiaan.
Bebaskan Tuan Vektor Yeimo.

Akhirnya selamat Hut RI 17 agustus 2021 (Episode II Next).

Admin

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *