Pdt Benny Giyai dihadang Polisi, tokoh Agama sebut aparat kehilangan akal sehat!

  • Bagikan
Ketua Sinode GKi Kingmi di Tanah Papua Dr. Pdt. Benny Giay saat dihadang Kepolisian di gerbang kantor DRP Papua Jayapura, Senin, 16 Agustus 2021 - Ist

Nabire, [WAGADEI] – Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Benny Giyai dihadang aparat keamanan (polisi) hendak melakukan doa dan renungan di kantor DPRP di Jayapura Selasa (17/21) kemarin.

“Aparat keamanan atau polisi Indonesia perlu memberi materi kinerja benar-benar agar tidak gagal menjalankan tugas sebagai alat negara”, ujarnya Gembala Alekz Maniba kepada wagadei.com, Selasa, (17/8/2021)

Ia pertanyakan, Dalam rangka apa dihadang bapak Dr. Benny Giyai di depan kantor DPRP Jayapura? “Sebelum pdt Giyai surati ke Kapolda Papua bahwa melakukan doa dan renungan soal masalah sosial yang terjadi di Tanah Papua bersama legislator Papua.”, ungkapnya

“Ini salah satu sikap memalukan dipandang dunia internasional, dan masalah serius dikalangan gereja-gereja Pasifik,” ujarnya

Mengapa dipaksakan Pdt Benny Giyai, ia adalah seorang tokoh agama Papua layak menjalankan doa dan renungan dimana saja dan kapan saja, tanya dia

Salah satu generasi kingmi di tanah Papua, Nolpianus Wenda menyatakan Negara mengapa masih melakukan sikap represif bahkan bertahun-tahun terhadap orang asli Papua (OAP) seakan-akan orang Papua bukan warga negara Indonesia (WNI), ujarnya

Ia menegaskan “Jika manusia Papua tidak hargai sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa, biarkan Papua urus sendiri”, katanya

Menurut ia, Negara yang merdeka kapan mengunakan akal sehat, selama ini seperti abu-abu tak terlihat (budak). Negara suda kehilangan akal sehat mengatur segala yang dibumi Indonesia lebih khususnya terhadap bumi dan manusia Papua, ungkapnya

Kami tidak mau terjadi hal yang sama seperti bapak Pdt Benny alami maka kami meminta Kapolda Papua segara beri teguran keras kepada pelaku tersebut ,” katanya [*]

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *