PHP Dev Cloud Hosting

PRP Serukan Lawan Rasisme, Bebaskan Victor Yeimo dan berikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua 

  • Bagikan

Jayapupura,[WAGADEI] – Di Momentum peringatan hari Rasisme 16 Agustus 2019 – 16 Agustus 2021, Petisi rakyat Papua [PRP] tolak otonomi khusus jilid II serukan, Lawan rasisme, Bebaskan Victor Yeimo dan berikan Hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

 

Dalam pernyataan sikap PRP, yang dibacakan oleh Koordinator aksi lapangan [KoorLap] Abepura,Benny Murib, di halaman Asrama Nimborang Abepura menjelaskan, Penangkapan terhadap juru bicara PRP yang juga juru bicara Internasional Komite Nasional Papua barat [KNPB],Victor Yeimo pada 9 Mei 2021 dengan dalil rasisme 2019 adalah bukti negara Indonesia kembali menghidupkan Isu rasial dikalangan rakyat Papua dan rakyat Indonesia.

 

” Seperti yang diketahui bahwa kasus rasisme tersebut telah dijalani dihadapan hukum,setelah proses hukuman selama delapan bulan di penjara dan di ikuti oleh 7 tahanan rasisme 2019 di Polda balikpapan Kalimantan timur,” Ujarnya.

 

Lebih lanjutkan Benny mengatakan, Protes rakyat Papua terhadap isu rasisme itu berawal akibat sikap segelintir rakyat Indonesia dan oknum militer, yang melakukan persekusi dan perlakuan rasis dengan label ” Usir Monyet ” terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya dan Semarang berturut-turut pada tanggal 15-17 Agustus 2019.

 

Akibat aksi rasis tersebut mendorong seluruh rakyat Papua melakukan protes diberbagai wilayah di Tanah Papua,dengan mobilisasi diri hampir di 42 Kabupaten/kota di Tanah Papua,17 Kota di Indonesia, dan 5 kota di Luar Negeri dengan tuntutan Lawan rasisme dan berikan Referendum bagi rakyat Papua.

 

Perlawanan tersebut mendorong Aparat bertindak refresif dengan menangkap 7 orang yang dituduh sebagai dalang penghasutan demonstrasi damai di Papua selama Agustus-September 2019. Akibat perlawanan yang masih terjaga membuat ketujuh tahanan dipindahkan ke Polda Kalimantan timur dengan alasan keamanan, meski secara hukum hal tersebut non prosedural.

 

Sikap rasis Negara juga dipertegas dengan mengirim 6500 personil polisi,Brimob dan tentara yang bertugas pada ribuan pos militer dadakan hampir di seluruh kompleks di tingkat kota [Tanah Papua] dengan alasan mengamankan situasi yang dalam framing Indonesia sedang terjadi kekacauan skala besar di Papua.

 

Berdasarkan peristiwa diatas dapat digambarkan bahwa NKRI tidak mempunyai itikad baik terhadap orang Papua. Negara masih memandang rendah martabat orang Papua yang secara moral adalah Korban rasisme yang terjadi sejak Papua di Aneksasi 1961,Rasisme 2019, penangkapan Victor Yeimo dan Frans waisini,serta perlakuan tidak manusiawi terhadap difabel di Merauke pada 26 Juli 2021.

 

Penangkapan Victor Yeimo juga berlatar karena posisinya sebagai pimpinan perlawanan damai rakyat Papua dalam menuntut harga dirinya sebagai bangsa yang merdeka. Tetapi juga sebagai pelopor organisasi perlawanan KNPB dan juga sebagai Juru bicara Internasional PRP tolak Otsus Jilid II.

 

Victor Yeimo ditangkap kepolisian di Kamkey Abepura, Jayapura,9 Mei 2021 pukul 19:00 Waktu Papua. Victor Yeimo dijerat dengan berbagai pasal KUHP berlapis. antara lain pasal 106 junto pasal 87 KUHP, dan /pasal 110 KUHP/ Pasal 160 KUHP dan pasal 213 anga 1 KUHP dan pasal 214 KUHP ayat (1) dan ayat (2)KUHP Junto pasal 55 KUHP.Tuduhan utama pada Viktor adalah pasal makar. Frans waisini juga ditangkap dengan tujuan untuk memberatkan kasus dugaan terhadap Victor Yeimo. Victor dituduh dengan 12 Pasal berlapis yang mengancamnya di Penjara seumur hidup.

 

Setelah ditangkap dan dipenjara, tindakan Mal administrasi terus dilakukan oleh aparat penegak hukum [Penyidik], mulai dari penahanan di Mako Brimob dengan alasan tahanan Polda penuh, lalu pembatasan terhadap kunjungan keluarga rohaniawan dan petugas kesehatan untuk melakukan check-up medis terhadap Victor Yeimo yang memiliki riwayat sakit Paru dan Maag.

 

Melihat situasi dan perkara diatas, maka atas nama 111 organisasi PRP Tolak Otsus Jilid II, dengan 714.066 suara rakyat menyatakan sikap:

 

1. Segera bebaskan Viktor Yeimo, Fransi wasini, dan 6 Tahanan Politik di sorong tanpa Syarat keren Viktor Yeimo dan kawan lainya bukan lah pelaku, melainkan korban rasis terstruktur dan masif kolonial Indonesia yang terjadi terhadap orang asli papua.

 

2.Hentikan eksploitasi isu rasisme terhadap rakyat papua oleh kelompok elit papua dan mengutuk tindakan elit elit tersebut yang selalu merendakan martahat dan harga diri manusia Papua.

 

3.Menyuarahkan peratuan dari seluruh komponen rakyat yang ada di tanah papua baik komponen agama, adat,mahasiswa pelajar akademisi, Lembaga swadaya masyarakat LSM, TNI/POLRI, pegawai Negeri sipil, PNS GUBERNUS [P/PB] majelis rakyat papua papua barat [MRP/PB]Dewan rakyat papua papua barat [DPRP/PB], petani, nelayang, pedangan, Tukang ojek, bueuh dan mama pasar untuk terlibat bersama mendesak bembebasa viktor yeimo dan kawan kawan tanpa syarat.

 

4.Mendeklarasikan 16 Agustus sebagai hari rasisme Indonesia terhadap rakyat papua.

 

5.West Papua menyatakan rasa solidaritas dan kemanusiaan terhadap diplomat asal nigeriayang menerima perlakuan rasis oleh negara indonesia pada 7 agustunb2021 lalu, dan menyeruhkan persatuan terhadap seluruh Rakyat Dunia untuk mengutuk tindakan rasis yang telah di lakukan oleh indonesia yang semakin masif dan tidak terkontrol serta menyuarahkan ketertindasan yang sama yakni Black Liver matter!

 

6.Segera tarik militar organik dan non organik dari papua.

 

7.Segera buka akses jurnalis asing indenpenden ke papua untuk memantau situasi terkini dan mendesak di papua.

 

8.Tutup semua inventasi asing yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan dan perampasan lahan di tanah papua.

 

9. Menyelesaikan semua bentuk kejahatan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat di tanah papua.

 

10. Menolak produk hukum rasis Otonomi khusus jilid dua yang di paksa lanjutkan di tanah papua tanpa melihat aspirasi rakyat papua dan berikan Hak penentuan Nasib sendiri sebagai solusi demokrasis bagi Rakyat Papua.

 

 

Atas Nama 111 Organisasi dan 714.066 suara rakyat Papua PRP Tolak Otsus Jilid II 

 

Samuel Awom

Juru bicara.

 

Reporter  : Yulianus Magai

Editor       : TFFT

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *