PHP Dev Cloud Hosting

Massa aksi PRP di Perumnas III Waena di bubarkan,Agus Kossay dipukul aparat  

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Petisi rakyat Papua [PRP] menggelar aksi demonstrasi damai menuntut kepolisian daerah [Polda Papua] Papua untuk Bebaskan Victor Yeimo [ Juru bicara PRP dan Juru bicara Internasional KNPB ],Frans waisini, dan 6 tahanan rasis lainnya juga untuk peringati hari rasisme terhadap orang asli Papua,16 Agustus. namun sayang aksi itu dibubarkan Paksa oleh Aparat Keamanan dengan tindakan kekerasan terhadap massa aksi, di Perumnas III Waena,Jayapura,Senin,[16/8/2021].

 

Atas tindakan Aparat itu, Agus Kossay [Ketua Komite Nasional Papua Barat/KNPB ] dan Alfa hisage [Mahasiswa Universitas Cenderawasih/UNCEN] kena luka pukulan di kepala dan badan hingga berdarah.

Dari pantauan Media ini,Pukul 07:00, Aparat kepolisian,brimob dan para Intel sudah beberapa di titik aksi (Perumnas III Waena,Expo dan Gapura Uncen Abepura).

 

Berselang beberapa menit, Massa aksi yang di pimpin Agus Kossay muncul dari sebuah asrama di perumnas III Waena, untuk melakukan aksi peringati hari ulang tahun rasisme dan tuntut Pemerintah Indonesia melalui Aparat Keamanan bebaskan Victor Yeimo,Frans waisini dan 6 tahanan rasis lainnya di Kota Sorong,Papua Barat.

 

Sayangnya, massa aksi lansung di hadang dan dibubarkan dengan paksa oleh aparat keamanan di putaran perumnas III Waena dan melakukan pukulan terhadap Agus Kossay dan Alfa Hisage.

 

Ketika di Konfirmasi Media ini, Agus Kossay membenarkan sikap arogansi dan refresif aparat keamanan yang mengakibatkan dirinya dan Alfa kena pukulan popor senjata.

 

” Benar kami dapat pukul.kepala kami berdarah-darah, tapi itu bukan alasan untuk mengurangi semangat kami menuntut pemerintah Indonesia berikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua dan menuntut aparat keamanan bebaskan kawan Victor Yeimo,Frans waisini dan 6 tahanan lainnya di Sorong,” tuturnya.

Lanjutnya, Kami juga tidak akan berhenti lawan Kolonialisme, militerisme dan Imprealisme di Tanah Papua.

 

Aris Howay, Kuasa hukum PRP yang mendampingi massa aksi di perumnas III mengingatkan bahwa, Undang Undang melarang siapapun membubarkan demonstrasi secara paksa, sebagaimana diatur Pasal 18 ayat (1) dan (2) UU N 09/1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum, bawah.

 

” Pasal tersebut mengancam pidana satu tahun penjara kepada siapapun yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, menghalang-halangi hak warga negara menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan undang-undang,” tuturnya.

 

Lanjutnya, Pembubaran paksa oleh aparat juga disebut Howay telah melanggar SOP pengendalian aksi masa damai (Hijau) sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Peraturan Kapolri No 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Masa.

 

“Aksi mahasiswa ini masih dalam situasi tertib atau damai (hijau) yang mestinya dalam penanganan polisi tidak melakukan pembubaran paksa, pemukulan dan penembakan,” ucap Howay.

 

” Tindakan yang dilakukan oleh kepolisian adalah melakukan pengawalan dan pengawalan, melakukan negosiasi dan perundingan, sebagaimana diatur dalam huruf a sampai m pasal 8. Sebaliknya bukan polisi melakukan pembubaran paksa dan penembakan seperti yang terjadi dalam kasus ini,” imbuhnya.

 

Hingga berita ini naik, Aparat Keamanan masih mengepung Asrama Yahukimo perumnas III Waena.

 

Reporter : Yas Wenda,Yulianus Magai,Theresia F.F Tekege

Editor : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *