Simapitowa Cup-VI Sukses, Panitia : Terimakasih masyarakat Tota Mapiha

  • Bagikan

Nabire,[WAGADEI] – Turnamen Simapitowa Cup-VI yang di selenggarakan oleh Rumpun pelajar mahasiswa pemuda Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar [RPMP SIMAPITOWA] Jayapura telah berakhir,kamis,[12/8/2021].

 

Turnamen ini bergulir dari tanggal 10 Juli 2021 – 12 Agustus 2021,melibatkan seluruh pecinta bola yang berasal dari Tota Mapiha di Kabupaten Nabire dan Dogiyai, yang berlangsung di Lapangan Kaladiri II,Wanggar,Nabire.

 

Dalam Acara penutupan dan pembagian Hadiah, Ketua Panitia turnamen Simapitowa Cup-VI,Lukas A.Petege mengapresiasi semua elemen masyarakat,senioritas,pemuda, intelektual dan semua orang Tota Mapiha yang sudah bekerjasama menunjukkan persatuan orang Mapiha dan keprihatinannya dalam pembangunan Asrama Swadaya Simapitowa di Jayapura.

 

” Terimakasih kepada semua pihak yang Sukseskan turnamen ini sehingga berjalan dan berakhir dengan baik dan lancar,” tuturnya.

 

Petege berharap bukan hanya masyarakat,pemuda,mahasiswa dan pelajar saja menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan asrama di Jayapura, tapi juga kepada semua pihak harus turut menyumbangkan sumbangsihnya agar anak-anak Tota mapiha di Jayapura segera memiliki tempat tinggal yang layak.

 

” Di Jayapura, Asrama Dogiyai tidak ada. Asrama Nabire sudah full,tidak terawat,dan diabaikan pemerintah.Asrama Uncen kami sudah diusir, asrama kasih hagar juga sudah di kosongkan. Kami benar-benar kehilangan tempat tinggal yang layak,” pungkasnya.

 

Lanjut Petege, Karena beberapa alasan diatas, kami butuh intelektual dan senioritas yang berada di birokrasi pemerintahan,Legislatif,pengusaha dan semua orang Tota Mapiha untuk bergandeng tangan sukseskan pembangunan asrama swadaya simapitowa di Jayapura secepatnya, demi masa depan Anak cucu orang Mapiha.

 

pada kesempatan yang sama, Pengurus RPMP Simapitowa menambahkan,turnamen ini merupakan kegiatan tahunan. Selain untuk mempererat tali persaudaraan antar orang Mapiha, turnamen ini juga digelar untuk mencari dana pembangunan asrama swadaya Simapitowa di Jayapura.

 

” Melalui turnamen ini kita mau satukan orang Tota Mapiha yang terbagi dalam dua kabupaten.selain itu, kami mau cari dana untuk bangun asrama di Jayapura,” tuturnya.

 

Mikael Kayame, Anggota Dewan perwakilan rakyat daerah [DPRD] Dogiyai juga turut menyayangkan kondisi pelajar, mahasiswa Dogiyai di Jayapura.

 

” Saya sendiri lihat kondisi asrama disana. Asrama Uncen sudah diusir, hotel Tewey tidak lama lagi akan diusir karena berada dalam lokasi keuskupan Jayapura. Gubuk Uncen Untas juga pasti akan di suruh kosongkan karena lokasi itu lokasi milik Uncen. Adik-adik dari Dogiyai mereka benar-benar kehilangan tempat tinggal,” tuturnya.

 

Lanjutnya, kalau Pemerintah daerah Dogiyai tidak mau meresmikan asrama yang berada di ekspo Waena. Pemda dan kita legislatif Dogiyai seharusnya berikan perhatian khusus bangun asrama di dua ikatan lokal [Lehim dan Simapitowa] di Jayapura. Mereka berhak menimba ilmu dan belajar di asrama yang lebih nyaman dengan fasilitas yang memadai karena masa depan orang Dogiyai [Mapiha] ada ditangan mereka.

 

Reporter     : Theodorus B.Iyai

Editor          : TFFT

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *