14 mahasiwa Papua yang ditahan Polresta Jayapura sudah dibebaskan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – 14 mahasiswa Papua Universitas Cenderawasih yang ditangkap saat melakukan aksi mimbar bebas desak membebaskan aktivis juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Viktor Yeimo, Selasa (10/8/2021) sore kemarin telah dibebaskan.

Ke 14 mahasiswa itu ditangkap Selasa pagi depan Auditorium Universitas Cenderawasih [Uncen] Abepura, tempat aksi mimbar bebas dilakukan, sekitar pukul 09:30 dan dibebaskan sore pukul 05.55 setelah ditangkap dan diamankan oleh Kepolisian Resor Kota Jayapura.

“Kami sudah dibebaskan tadi jam enam kurang lima menit setelah ditahan dari sekitar jam sembilan pagi,” kata Manu Vara, Koordinator lapangan aksi, kepada wagadei.com, Selasa (10/8/2021) usai dibebaskan.

Menu menyebut mereka ditahan menurut keterangan pihak polisi karena pandemi Covid-19 dimana dilarang melakukan aktivitas yang sifatnya berkerumunan.

“Polisi bilang kami ditangkap karena Covid-19. Tidak boleh ada aktivitas. Apalagi demonstrasi dan mimbar bebas,” ujarnya.

Namun menurut Manu, alasan yang disampaikan (polisi) sangat tidak masuk diakal. Karena, lanjutnya, masa aksi tidak banyak dan tempat aksi juga jauh dari keramaian, yakni dalam kampus Uncen.

Manu menyatakan tujuan aksi dilakukan untuk menuntut negara Indonesia dalam hal ini kepolisian untuk segera membebaskan tanpa syarat Viktor Yeimo yang kini sedang ditahan di Lapas Tanahan Mako Brimob.

“Kami demo mau minta negara bebaskan segera Viktor Yeimo, itu tujuannya. Dia tidak salah dan karena parahnya kondisi dia sekarang secara psikis dan fisik sudah terancam. Viktor harus dibebaskan,” ungkapnya.

Dia menegaskan Viktor jika tidak dibebaskan seperti diminta, dalam waktu dekat pihaknya siap memobilisasi massa lebih besar untuk kembali lakukan aksi.

“Kenapa? Karena Viktor adalah korban rasis seperti kita semua orang Papua, bukan pelaku. Pindahkan cepat dari lapas Mako Brimob ke lapas Polda Papua dan harus bebaskan demi hukum tanpa syarat. Itu permintaan kami,” tegasnya.

Gerson Pigai, salah satu mahasiswa yang ditangkap, bersamaan mengatakan kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap mereka secara sewenang-wenang.

“Polisi masuk dan tangkap kami dalam kampus, apa ini boleh. Polisi jelas langgar aturan dengan seenak. Yang boleh masuk dalam area kampus hanyalah mahasiswa. Tapi itu tidak sama sekali menyurutkan semangat kami tuk tetap sampaikan tuntutan sampai Viktor Yeimo harus dibebaskan. Kami tunggu dan jika tidak ada tanda-tanda Viktor Yeimo mau dibebaskan, kami siap lakukan aksi lebih besar dengan jumlah masa lebih banyak,” tegasnya.

Reporter: Yulianus Magai

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *