PHP Dev Cloud Hosting

Pemda bersama masyarakat merumuskan larangan miras dan rekonsiliasi perdamaian di Dogiyai

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Setelah membentuk team rekonsiliasi kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu di kepolisian resort [Polres] Nabire, hari ini team rekonsiliasi bersama semua elemen masyarakat Dogiyai telah merumuskan larangan miras dan rekonsiliasi perdamaian di kabupaten Dogiyai.

 

Pertemuan ini berlangsung di Aula digikotu,Dogiyai,Selasa,[10/8/2021] dengan menghadirkan Masyarakat, pemuda,lembaga adat, pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah [DPRD] Kabupaten Dogiyai.

 

Ketua komisi A DPRD Dogiyai, Agus Tebai dalam teks tertulisnya kepada wagadei.com menjelaskan, Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama semua elemen masyarakat dan pemerintah Dogiyai yang dibahas dan disepakati bersama di kantor polres Nabire beberapa waktu lalu.

 

” Tadi kami sudah bahas dan terima berbagai macam aspirasi dari tokoh agama , tokoh pemuda, tokoh adat, kelompok Kepala Kampung dan Kelompok Kepala Distrik untuk menangani peredaran minuman keras dan rekonsiliasi perdamaian di kabupaten Dogiyai,”jelasnya.

 

Lanjutnya, bukan hanya OAP yang merumuskan ini, tetapi orang luar Papua di Dogiyai bersama Aparat keamanan dan militer yang bertugas di Dogiyai juga akan merumuskan hal ini, tentunya untuk kebaikan dan kenyamanan bersama di negeri Dogiyai yang kita cintai.

 

Benny Goo, mewakili pemuda Dogiyai yang turut hadir dalam pertemuan tadi mengatakan, pertemuan ini adalah pertemuan lanjutan dari Pertemuan di Polres Nabire untuk menangani bahaya miras dan rekonsiliasi perdamaian di Dogiyai.

 

” Tadi Kami duduk bersama Pemda dan masyarakat Dogiyai. Salah satu langkah yang kami dorong dan akan buat adalah Peraturan Kampung disetiap Kampung yang masuk dalam pemerintahan kabupaten Dogiyai,” tuturnya.

 

pihaknya menegaskan, Selain dorong Peraturan Kampung disetiap kampung, pemuda akan mendesak Bupati Dogiyai untuk segera orbitkan Instruksi Bupati tentang larangan Miras sambil menunggu Nomor Registrasi Peraturan daerah No. 8 Tahun 2018 tentang Larangan Miras.

 

Di akhir pertemuan pemuda Dogiyai beri tiga catatan untuk ditindak lanjuti bersama.

 

Pertama, Bupati segera Terbitkan Instruksi Bupati tentangkan larangan Miras.

Kedua, Bupati segera memperintahkan Dinas BPMK Dogiyai utk mengawal dan mendorong menyusun Peraturan Kampung.

Ketiga, Pemuda Siap turun ke Kampung masing masing utk membuat PERKAM dan esekusinya.

 

Reporter       : Theresia F.F Tekege

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *