Siswa prakerin SMK N 1 Nabire mengaku Kecewa kepada pihak sekolah

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Siswa Praktek kerja Industri [Prakerin], Sekolah Menengah Kejuruan [SMK] Negeri 1 Nabire,Jurusan Kesehatan hewan, mengaku Kecewa dengan ketidakadilan yang didapatkan siswa prakerin di sekolah, terhadap pengelompokan tempat praktek yang menurut siswa dalam satu kelompok hanya terdapat orang asli Papua (Gunung) sedangkan teman-temannya dari Pesisir dan luar Papua di bagi dalam tiga kelompok.

 

Hal ini disampaikan Melianus tagi, Siswa SMK Negeri 1 Nabire kepada wagadei.com,Senin[2/8/2021] via seluler.

 

Melianus menjelaskan, Kebijakan yang di buat oleh pihak sekolah ( Kepala Sekolah dan Ketua Jurusan kesehatan hewan ), merupakan bentuk ketidakadilan terhadap anak didiknya, karena terkesan pilih kasih dan mengkotak-kotakkan orang Papua Gunung, Pesisir dan luar Papua.

 

” Sekolah tidak adil sekali. Mereka benar-benar pilih kasih. mengapa demikian? Karena dari 29 siswa prakerin, 15 siswa yang ditempatkan di Kantor peternakan Kodim Nabire adalah anak asli Papua (gunung), sedangkan 14 lainnya yang berasal dari pesisir dan luar Papua dibagi dalam tiga kelompok diantaranya; 3 di wanggar, 6 di Sp2,5 di wonorejo,” tuturnya.

 

Lanjut tagi, alasan pengkotak-kotakan ini, saya sudah tanyakan kepada kepala sekolah dan ketua jurusan kesehatan hewan saat pembagian kelompok. Saya bilang ke mereka, apakah karena sekolah menganggap kami (anak-anak gunung) tidak bisa berbaur dengan teman-teman lain?,atau kah karena secara akademik kami tidak mampu?, Namun sayang, pertanyaan saya tidak di jawab oleh kepala sekolah dan ketua jurusan.

 

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Nabire, Asranlundu Sinaga, dalam acara pembagian kelompok prakerin berpesan kepada seluruh calon siswa prakerin untuk menjaga nama baik sekolah,Kepala sekolah dan ketua Jurusan di tempat-tempat praktek.

 

“Anak-anakku nanti ditempat prakerin, kalian harus jaga nama baik sekolah, Kepala Sekolah dan ketua jurusan. Kalian harus benar-benar praktek berbarengan dengan pendalaman teori yang anak-anak sudah belajar disini. Tentukan masa depanmu disana,” tutur Sinaga.

 

Reporter : Musa Dumukoto
Editor      : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *