IPPMMEE desak Asosiasi Bupati Meepago fasilitasi Kapal Laut pulangkan Mahasiswa dan Pelajar ke Jayapura

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Badan pengurus Ikatan pemuda pelajar mahasiswa Mee [BP-IPPMMEE] Se-Jayapura, mendesak Asosiasi Bupati Meepago untuk fasilitasi kapal laut memulangkan pelajar dan mahasiswa Jayapura, yang hinggi kini masih tertahan di Nabire akibat keputusan pemerintah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat [PPKM] lever 4 untuk cegah penyebaran covid-19 di Provinsi Papua.

 

Hal ini disampaikan Ketua IPPMMEE Jayapura,Apniel Doo kepada wagadei.com di Asrama tunas harapan Padang bulan Abepura,Jayapura, Selasa[3/8/2021].

 

Apniel Doo menjelaskan, saat ini banyak mahasiswa dan pelajar dari Jayapura yang tertahan di Nabire karena tidak ada akses laut untuk penumpang.

 

” Mahasiswa dan pelajar banyak yang tertahan di Nabire akibat pemerintah provinsi menaikkan status PPKM ke level 4 untuk cegah penyebaran covid-19. Padahal, banyak mahasiswa Uncen yang akan wisudah pada Agustus ini,ada juga Mahasiswa baru yang harus registrasi pendaftaran ulang di kampus,dan mahasiswa aktif yang harus melakukan pembayaran SPP dan registrasi di kampus untuk memulai semester baru,” pungkasnya.

 

Doo mengatakan, dengan beberapa alasan diatas,kami minta kepada Asosiasi Bupati Meepago untuk memfasilitasi kapal laut memulangkan semua mahasiswa Jayapura di Nabire.

 

” Jangan hanya ada usaha untuk perjuangkan pemekaran dan kepentingan politik semata. sebagai pimpinan, lihatlah kami sebagai generasi setelah bapak-bapak yang akan bangun Meepago. Kami tunggu aksi nyata dari asosiasi Bupati Meepago untuk pulangkan kami menimba ilmu di kota study Jayapura,” tegas Doo.

 

Seperti dilansir suarameepago.com [3/8/2021], Ada beberapa mahasiswa Meepago, yang hendak pulang ke Jayapura melalui kapal laut, di halangi aparat keamanan dan militer [TNI/POLRI] di pelabuhan Nabire dengan alasan kapal tidak membawa penumpang.

 

Fransiskus Yobee menjelaskan, “kami dibubarkan secara paksa oleh gabungan anggota TNI / POLRI, padahal kami adalah calon penumpang murni yang sudah melengkapi seluruh berkas yang sudah di tetapkan oleh pihak Pelni Nabire, “katanya.

 

Lanjut Yobee, Kami juga menegaskan kepada pihak TNI/POLRI untuk mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. karena, tugas utama TNI/POLRI hanya mengamankan bukan membubarkan calon penumpang secara paksa, “tegasnya.

Akhirnya puluhan mahasiswa meepago yang terlibat dalam aksi ini mengeluh karena tunda berangkat.Mereka berharap, Asosiasi bupati Meepago fasilitasi kapal laut ke Jayapura,”pungkasnya.

Reporter     : Yulianus magai
Editor          : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *