Tolak pelabelan OPM sebagai Teroris, WPCC: Kami bukan bangsa Teroris!

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Para pimpinan Gereja yang tergabung dalam Dewan Gereja Papua atau West Papua Church Council [WPCC] menolak pelabelan OPM diberi label teroris oleh kolonial Indonesia.

Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Gereja Baptis West Papua, Dr. Pdt. Socratez Sofyan Yoman menolak keputusan Pemerintah Republik Indonesia yang menetapkan OPM sebagai teroris beberapa waktu lalu.

“Pemerintah Indonesia masih miskin pemikiran dan pendekatan kemanusiaan di Papua, walaupun membela HAM rakyat Palestina dan Roningha di Myanmar di depan Forum-forum PBB dan Forum Internasional lainnya,” katanya melalui keterangan yang diterima wagadei.com, Minggu, [1/8/2021]

Atas pelabelan itu, pihaknya menyikapi bahkan kembali mempertanyakan kepada Pemerintah Republik Indonesia apakah OPM pernah membom Gereja atau Masjid di Makassar, Jawa atau Sumatra?.

“Kami juga bertanya apakah OPM pernah membom Mal atau stasion kereta api di Jakarta, Surabaya, London, New York, Paris, Malaysia atau Sydney dengan bekerja sama dengan ISIS, Jemaah Islamiah, dan HTI di Indonesia?,” katanya tegas.

Ia juga menegaskan, apakah OPM terbukti bekerja sama dengan Alqaedah, Jemaah Islamiah, ISIS, HTI di Indonesia yang mensuplay senjata untuk OPM? Yang kami Dewan Gereja Papua [WPCC] baca di Media di Tanah Papua ialah: Oknum aparat di beberapa wilayah sudah terbukti menjual senjata dan amunisi kepada OPM; Apakah OPM binaan TNI-POLRI atau OPM benaran?

“Terkait kemungkinan OPM sudah terlibat dalam pemboman di Asia, Eropa, Amerika, kami juga bertanya kepada komunitas internasional: Apakah OPM bekerja sama dengan Jemaah Islamiah, ISIS membom New York dan Madrid dan kota lain?,” katanya.

Atas sejumlah pertimbangan pihaknya juga kembali menanyakan apakah bapak Presiden sudah berkonsultasi dengan DPR RI, atau Negara lain sebelum OPM ditetapkan sebagai Teroris? Ataukah ini hanya permainan untuk keamanan Republik Indonesia ke depan?

“Membunuh pendatang atau membakar Medjid di Tanah Papua [yang belum pernah terjadi] dan menuduh atau mengaku Teroris Papua pelakunya Ataukah Penetapan OPM sebagai Teroris ini dalam rangka menyiapkan OPM binaan TNI-POLRI menjadi pelaksana dari program ini; dan menuduh OPM teroris Papua sebagai pelakunya?,” ungkapnya tegas.

Ia mengatakan, apakah ini trik atau taktik untuk mencegah Anggota Dewan HAM PBB yang sedang ditekan 85 Negara untuk kunjungi ke Tanah Papua? [Yoman, 2021:153-154].

“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris.” ungkap Yoman.

Menurut ia, akar konflik Papua dengan Indonesia ialah Rasisme, Fasisme, Militerisme, Kapitalisme, Kolonialisme, Ketidakadilan, dan Pelanggaran Berat HAM.

Topeng dan Tameng atau Wayang penguasa kolonial modern Indonesia, TNI-Polri yang menyembunyikan akar konflik Papua dengan Indonesia: Mitos, Stigma atau Teroris yang diproduksi Pemerintah, TNI-Polri, yaitu: separatis, makar, opm, kkb, dan teroris. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *