BEM UM PAPUA: Pemerintah segera evaluasi angka kematian yang meningkat di Papua 

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Muhammadiyah [BEM UM] Papua menghimbau, Pemerintah republik Indonesia dan Pemerintah provinsi [Pemprov] Papua untuk melakukan evaluasi terhadap kenaikan angka kematian di Papua akhir-akhir ini.

 

Hal ini disampaikan,Ketua BEM UM Papua,Yermias Senik dalam jumpa persnya, di sekretariat BEM UM Papua Tanah hitam, Abepura,Sabtu,[31/7/2021].

 

Yermias mengatakan, jumlah skalasi Angka kematian masyarakat di Papua semakin meningkat dalam dua tahun terakhir. Pemerintah Indonesia dan Pemprov Papua harus mengevaluasi pelayanan kesehatan dari pemerintah terhadap masyarakat Papua.

 

” Dari data yang kami dapatkan, angka kematian di Tanah Papua sangat tinggi dari tahun 2019-2021 di banding tahun-tahun sebelumnya. Maka, Pemerintah pusat dan daerah harus evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Papua” tegasnya.

 

Lanjut Senik, selain melakukan evaluasi pelayanan kesehatan, tolong juga pemerintah perhatikan fasilitas-fasilitas kesehatan di kampung-kampung yang ada di pedalaman Papua, agar akses pelayanan juga lancar untuk selamatkan manusia Papua yang tersisa.

 

Senik juga meminta, pemerintah Indonesia dan Pemprov Papua berikan Jaminan kesehatan yang baik kepada para aktivis Papua yang saat ini berada di tahanan.

 

” Pemerintah tolong berikan Jaminan kesehatan yang baik kepada para aktivis Papua di Tahanan. Selain itu, kepada aparat keamanan juga, tolong hentikan terror kepada para aktivis yang ujung-ujungnya persempit ruang gerak dan menggangu Kesehatan mentalitas mereka,” pungkasnya.

 

Mantan ketua Majelis permusyawaratan Mahasiswa [MPM] UM Papua, Habel Heluka menambahkan, kedepan pelayanan kesehatan di Papua harus lebih baik mengingat masyarakat di Papua sudah diambang pintu kematian yang lebih tinggi.

 

” Pemerintah jangan hanya urus pembangunan gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan trans yang menghubungkan kabupaten-kabupaten di Papua. Tapi tolong buka mata dan lihat orang Papua yang semakin hari semakin habis karena fasilitas kesehatan yang tidak memadai dan pelayanan yang kurang baik dari pemerintah. Para petinggi pemprov harus selamatkan manusia Papua yang tersisa,” katanya.

 

Agus Giban, salah satu Mahasiswa aktif UM Papua juga mengaku turut prihatin atas meningkatnya kematian di Papua.

 

” Sayang sekali kita orang Papua. Kita sudah merasa terancam oleh pergerakan aparat keamanan dan militer di Papua yang tidak manusia. Kita di hadapkan juga dengan pelayanan kesehatan yang kurang baik sehingga orang Papua benar-benar semakin habis diatas kekayaan alam yang melimpah,” tuturnya.

 

Agus berharap, Semoga di tahun-tahun mendatang orang Papua di selamatkan oleh pemimpin-pemimpin yang memiliki hati merakyat sehingga orang Papua tetap hidup menikmati susu dan Madu yang dihasilkan oleh alam Papua sendiri.

 

Reporter    : Theresia F.F.Tekege 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *