Otsus dilanjutkan tapi masih ditolak rakyat Papua, apa masalahnya?

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Revisi Undang-Undang [RUU] Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus [Otsus] Papua yang disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis [15/07] lalu di Jakarta tidak memenuhi keinginan rakyat Papua.

Walaupun demikian, penolakan terhadap lanjutan Otsus terus menerus mengalir dari berbagai sumber entah rakyat, mahasiswa, aktivis dan sejumlah kalangan lainnya di tanah Papua.

Tokoh pemuda Meepago, Adii Ben kepada wagadei.com dibalik selulernya, Minggu, [25/7/2021] mengatakan, Pemerintah gagal total memahami problematika di Papua.

“Rakyat Papua bukan sekali saja tolak Otsus Jilid II itu, suda lama. Berulangkali kali menolak entah di masing-masing Kabupaten, di Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua, Manokwari dan Sorong, Sulawesi, Jawa dan Bali serta penolakan ini dinyatakan melalui Petisi Rakyat Papua [PRP],” ujar Adii.

“Situasi belakangan ini, seluruh lapisan rakyat Papua yang tergabung dalam Solidaritas rakyat Papua [SRP], dan yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua [PRP] masih saja nyatakan sikap tolak Otsus walau suda disahkan di Jakarta lalu”, ujar Adii

Papua menurut dia, bukan soal krisis ekonomi, persoalan utama di Papua lantaran darurat kemanusiaan namun jawaban pemerintah Otsus dilanjutkan tanpa melibatkan keinginan rakyat hanya maunya para elit politik.

“Lalu apa jawaban pemerintah atas permintaan rakyat Papua. Di mana teks Pancasila yang berbunyi ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’,” ujarnya bertanya.

Ia menjelaskan, rakyat Papua tolak Otsus amat wajar sebab itu hak mereka, dan minta merdeka juga hak asasi manusia [HAM]. “Maka berilah apa yang rakyat Papua minta,” katanya.

“Presiden RI jangan berbelit-belit tangani konflik dan kekerasan di Papua. Harus bijak dan terbuka sajalah”, katanya.

Ia juga meminta kepada Ketua dan anggota Pansus Otsus yang diangkat melalui Keputusan Presiden harus berhenti mengatasnamakan rakyat Papua dalam hal apapun.

“Keinginan rakyat cuma berpisah diri dan NKRI,” jelasnya. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *