Rapat FORKOPIMDA bahas kericuhan Dogiyai, Rakyat dan pemuda beri 4 Catatan

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Forum komunikasi pimpinan daerah [FORKOPIMDA] Kabupaten Dogiyai Gelar Rapat di Nabire membahas situasi terakhir di Dogiyai. Pertemuan ini dihadiri oleh; Bupati Dogiyai, Kapolres Nabire, Kepala Dandim Nabire, Kajari Nabire, Danpos Brimob Dogiyai, Danpos Paskhas AU Dogiyai, Danpos Raider Dogiyai, Ketua DPR Dogiyai dan Anggotanya, Asisten III , Kepala Kesbangpol Dogiyai,Dewan Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, KNPI, Tokoh Pemuda, Kerukunan Pedatang di Dogiyai, Para Pedagang Dogiyai dan Tokoh Perempuan Dogiyai, di Polisi resort (Polres) Nabire,Sabtu,[24/7/2021].

Benny Goo, mewakili Pemuda Dogiyai dalam diskusi lepas bersama Forkompida membacakan empat tuntutan Mewakili pemuda dan masyarakat Dogiyai.

” tadi di Ruang Diskusi,kami mewakili Pemuda dan masyarakat diminta tanggapan dan kami sampaikan empat hal.

Pertama, Akar masalahnya ada di Minuman Keras. kita harus cari tahu siapa yg menjual, bahkan tadi kami buka bukaan sebut bahwa yang menjual adalah TNI dan POLRI dlm tanda petik kami klarifikasi Oknum.

Kedua, Dengan tegas kami menolak penambahan pasukan TNI/POLRI dan Jangan Naikan status Polsek dan Koramil.

Ketiga, Kami juga meminta dalam penanganan kasus miras bagi pemabuk, jangan ada satuan lain yang tangani karena itu tugas polisi bukan Paskhas, Tentara, Raider dan Brimob.

Keempat, Kami juga telah meminta kepada Bupati Dogiyai untuk segera keluarkan Instruksi Bupati tentang larangan Miras dan Peraturan Kampung,” tuturnya.

 

Di tempat yang sama, perwakilan Tokoh Adat Kabupaten Dogiyai ikut perkuat empat Poin dari Pemuda.

” Kami sepakat dengan masukan dari para pemuda.kita akan buat pernyataan sikap dan tanda tangan untuk larangan peredaraan minum keras (miras) dan mengkonsumsinya di lapangan sepok bola supaya semua masyarakat,aparat keamana,militer dan Pemerintah mengetahui dan tidak melanggar peraturan yang akan kami tetapkan,” pungkasnya.

 

Ketua Komisi A DPRD Dogiyai,Agus Tebai mengaku turut prihatin atas semua kekacauan yang terjadi di Dogiyai akibat Miras dan Penanganannya dari Satuan Paskhas.

” Kasus-kasus permasalahan yang terjadi di Dogiyai akhir-akhir ini adalah karena konsumsi Miras dan penanganannya dari anggota satuan paskhas. Selama ini, Anggota paskhas terkesan buat pendekatan dengan masyarakat menggunakan senjata maka kami juga minta Dandim untuk evaluasi anak buahnya yang bertugas di Dogiyai,” kata Tebai.

 

Lanjutnya, Kita juga akan bentuk tim penangan miras dan membuat rekonsiliasi antara masyarakat, pemda, Polisi, TNI, dan Masyarakat Pendatang.

” Ini kami akan Kerja dalam dua minggu kedepan, yang akan dipimpin oleh Asisten III Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Dogiyai berserta Tim lain. Kami harap semua elemen harus terlibat berantas Miras dari bumi Dogiyai yang kita cintai,” tutur Tebai mengakhiri.(*)

 

Reporter : Theresia F.F.Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *