Kerusuhan di Dogiyai berawal dari Miras, ini usulan Komisi I DPRD dan Tokoh Pemuda

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forkopimda] Kabupaten Dogiyai menggelar tatap muka dalam rangka penyatuan pendapat atas insiden yang menewaskan beberapa orang, luka-luka dan pembakaran rumah milik warga migran serta penyisiran yang terjadi pada Kamis, [15/7/2021] lalu.

Pertemuan tersebut dilaksanakan Mapolres Nabire, Sabtu, [24/7/2021] dihadiri Bupati Dogiyai, Kapolres Nabire, Kepala Dandim Nabire, Kajari Nabire, Danpos Brimob Dogiyai, Danpos Paskhas AU Dogiyai, Danpos Raider Dogiyai, Ketua DPRD Dogiyai beserta anggotanya, Asisten III Setda Kabupaten Dogiyai, Kepala Kesbangpol Dogiyai, Dewan Adat Daerah Dogiyai, tokoh masyarakat, tokoh agama, KNPI, tokoh pemuda, kerukunan kaum Migran di Dogiyai, para pedagang Dogiyai dan tokoh perempuan Dogiyai.

Agustinus Tebai, Ketua Komisi I Dogiyai menjelaskan, pihaknya telah sepakat membasmikam minuman keras [Miras] dari wilayah Dogiyai dengan menidaklanjuti dua langkah, yakni membentuk tim pemberantasan berdasarkan Peraturan Bupati [Perbup] dan melakukan rekonsiliasi antara masyarakat asli, masyarakat Migran, TNI, Polri dan Pemda setempat.

“Kerjanya dua minggu kedepan, yg akan dipimpin oleh Asisten III Setda Kabupaten Dogiyai berserta tim lain,” ujar Agustinus Tebai kepada wagadei.com melalui keterangannya.

Ia menegaskan kepada Dandim Nabire agar harus melakukan evaluasi terhadap kinerja dari Satuan Paskhas AU.

Tokoh pemuda Dogiyai, Goo Benny menegaskan, peristiwa berdarah itu akar masalahnya lantaran peredaran dan penjualan Miras di Mowanemani, Kabupaten Dogiyai.

“Kita harus cari tahu siapa yang menjual, bahkan tadi kami buka-bukaan sebut bahwa yang menjual adalah TNI dan Polri dalam tanda petik kami klafikasi oknumnya,” tegas Goo Benny.

Kesempatan itu pihaknya telah minta kepada Forkopimda jangan ada penambahan pasukan anggota entah Polisi di Polsek Mowanemani maupun TNI di Koramil Kamuu.

“Kami juga meminta dalam penanganan kasus miras bagi pemabuk jangan ada satuan lain yang tangani karena itu tugas Polisi bukan Paskhas, Tentara, Raider dan Brimob,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya juga telah meminta kepada Bupati Dogiyai untuk segera keluarkan Instruksi Bupati tentang larangan Miras dan Peraturan Kampung.

Ketua Dewan Adat Daerah Dogiyai Germanus Goo menegaskan, belum lama ini seluruh komponen telah nyatakan sikap untuk menolak Miras ditandai dengan kesepakatan bersama di lapangan sepakbola Theo Makai Mowanemani.

“Lalu kenapa sekarang muncul lagi? Kita sudah sepakat tolak dan berantas,” ujar Goo.

Ia menambahkan semua pihak harus mencari solusi agar ada kedamaian hidup di tengah warga asli maupun kaum migran di Dogiyai. [*]

 

Reporter: Yulianus Magai
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *