Hentikan ilegal logging besar-besaran di Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana

  • Bagikan
Pembalakan liar yang didrop di pelabuhan Yamore - Norbertus Douw

 

Kaimana, [WAGADEI] – Pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal [ilegal logging] khususnya di wilayah Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Papua Barat masih terjadi. Sebagian perusahaan atau pihak pelaku pembalakan liar itu bahkan sebenarnya telah dinyatakan tak memiliki dasar hukum yang jelas. Namun, ironisnya, perusahaan tersebut sampai saat ini masih tetap beroperasi.

Ilegal logging ini justru tumbuh subur ketika Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969 yang tidak demokratis yang dilakukan oleh Indonesia di Papua Barat.

Dari sejumlah catatan penting juga disebutkan ilegal logging dalam laporan yang disusun Kaoem Telapak dan Badan Investigasi Lingkungan (EIA) berjudul ”Criminal Neglect: Gagalnya Penegakan Hukum Dalam Menghentikan Pembalakan Liar di Indonesia”. Laporan tersebut disusun dari hasil investigasi perdagangan gelap kayu merbau di Papua, Papua Barat, dan Surabaya yang dilakukan selama tiga tahun pada 2017-2020.

“Logging ilegal besar-besaran di Papua, seperti saya temukan di Kabupaten Kaimana, distrik Yamor dan sekitarnya, pusat perusahaan di kilo 35. Semakin hari semakin lancar mengambil kayu dan pendropan di pantai, rencana mau bawa keluar ke Papua,” ujar Lukmen Pekei kepada wagadei.com di Kaimana belum lama ini.

Ia kerap melakukan pemantauan secara diam-diam di Kaimana datang dari Nabire. Menurut dia, ribuan kayu telah dilahap habis oleh ganasnya para pencuri kayu di hutan yang melimpah ruah itu.

“Saya biasa pantau sampai Distrik Yamor, Kaimana. Hutan rimba yang penuh dengan kayu kini sudah tak ada lagi kehijauan lantaran perusahaan yang masuk secara ilegal itu atau diam-diam,” kata dia.

Seolah Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) hidup di atas tanah Papua dengan cara numpang atau ilegal. Ia meminta hentikan ilegal logging yang akan ancaman kehidupan masa depan orang asli Papua itu.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana agar melakukan perlindungan terhadap sumber daya alam (SDA) agar tak ada pencuri kayu mengambil secara diam-diam lalu dibawah keluar.

“Jangan biarkan hutan Papua dalam kehancuran. Sayang sekali, Hutan Kaimana pada umumnya hutan Papua dalam bahaya perusakan,” ungkapnya.

Menurut dia, cara perlindungan terhadap SDA setempat Pemda harus mengeluarkan surat teguran sekaligus menempatkan satuan tugas yang melakukan patroli secara rutin yang terdiri dari Polisi Kehutanan dan Polisi Pamong Praja.

“Saya harap kepada Pemerintah Kaimana segara keluarkan surat teguran keras kepada pemilik perusahaan dan minta hentikan pembalakan liar itu,” ujarnya tegas. [*]

Reporter: Norbertus Douw
Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *