Buntutnya aksi di kampus UNIPA Manokwari lantaran Rektor tak temui mahasiswa saat demonstrasi

  • Bagikan

 

Nabire, [WAGADEI] – Penerimaan mahasiswa baru jalur lokal di Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat sekitar 30 calon mahasiswa orang asli Papua [OAP] tak lulus tes. Sehingga solidaristas mahasiswa Unipa berinisiatif melakukan aksi demonstrasi berturut-turut selama empat hari.

Selama empat hari demo, dikabarkan Rektor UNIPA, Meky Sagrim tak hadir di tempat guna menemui para mahasiswa. Maka diakhiri dengan kericuhan yakni melakukan pemalangan kampus dan massa aksi memukuli dosen BPAK, Kashudi.

“Komunikasi kami untuk pihak kampus Unipa sudah berjalan baik, dan itu dari sebelum pertama kami naik ke rektorat Unipa untuk meminta audiensi. Namun tidak ada tanggapan sama sekali,” kata Nare yang ditulis dalam keterangan kepada media wagadei.com, Jumat, (23/7/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya tak punya rencana anarkis, tetapi dengan ketidakhadiran Rektor justru para pendemo menjadi marah. “Kami dipaksa olah Bapak Rektor sendiri,” ucapnya.

“Karna tak dihargai perjuangan adik-adik baru yang melatar belakangi orangtua mereka tak mampu membiayai anaknya pulang kembali ke kampung halaman padahal mereka datang menimbah ilmu di Unipa yang berdiri di atas tanah Papua,” tegasnya.

Selain itu, kata dia para calon mahasiswa baru yang tak lulus otomatis mereka akan menganggur selama setahun kedepan.

“Sehingga pemalangan, kekacauan, dan blokade jalan sebelumnya bukan adalah harapan kami. Namun karena bapak Rektor sendiri tidak bisa bertemu dengan kami. Akhirnya terjadi kericuhan,” ungkapnya.

Mestinya, lanjut, Rektor UNIPA jeli melihat persolan sesungguhnya bukan mengizinkan Aparat Keamanan memburuh para mahasiswanya yang melakukan pemalangan kampus.

Atas insiden ini, Rektor Unipa Meky Sagrim mengizinkan pihak kepolisian yang terdiri Polda Papua Barat, Polres Manokwari, dan Satuan Brimob masuk ke kampus Unipa lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku pengrusakan aset kampus.

“Saya mohon pihak kepolisan, segera bertindak tegas. Saya izinkan pihak Polisi masuk kampus, bahkan melakukan penyisiran terhadap pelaku, termasuk penyelidikan dan penindakan terhadap aktor intlektual di balik peristiwa ini,” kata Meky Sagrim Rektor Unipa dalam surat laporan polisi kemaring. (*)

Reporter: Yosea Dou
Editor: Theresia F.F Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *