Puluhan tenaga medis RSUD Paniai terpapar Covid-19, ini langkah Pemkab

  • Bagikan

 

Enarotali, [WAGADEI] – Kasus Covid-19 positif di Kabupaten Paniai terjadi peningkatan yang signifikan. Bagaimana tidak, dari tanggal 26 Juni sampai 19 Juli 2021 tercatat sebanyak 130 orang. Sebanyak 14 orang adalah orang asli Papua (OAP) dan lima orang dari suku Mee asal Kabupaten Deiyai.

Dari jumlah itu menurut Bupati Paniai Meki Nawipa per tanggal 19 Juli sebanyak 40 tenaga medis dan non medis yang bertugas di RSUD Paniai Papua dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan tes cepat antigen kemudian dikonfirmasi dengan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Tenaga medis tersebut terdiri dari tujuh orang dokter umum, satu orang Spesialis Kandungan, empat orang analis laboratorium, 14 orang perawat, dua orang bidan dan sisanya 12 orang administrasi,” kata Bupati Meki Nawipa kepada wagadei.com melalui selulernya, Selasa, (20/7/2021).

Menurut Bupati Paniai, RSUD Paniai adalah Rumah Sakit rujukan sub regional Meepago yang juga melayani 4 kabupaten yaitu Paniai, Deiyai, Dogiyai dan juga Intan Jaya.

Untuk mengisi kekosongan itu, kata Nawipa, menurut Bupati Paniai, RSUD bakal dibantu oleh dua orang dokter yang selama ini bertugas di Puskesmas Enarotali, juga pihaknya juga telah meyayangkan surat permintaan bantuan tenaga dokter kepada Pemkab Deiyai melalui RSU Pratama Deiyai.

“Jadi RSUD Paniai akan dibantu dua tenaga dokter dari Puskesmas Enarotali. Kami juga ada minta tenaga dokter dari Deiyai, jadi masih menunggu jawaban dari Deiyai. Itu karena hanya ada tiga dokter di sana (Deiyai),” katanya.

Ia menambahkan, warga diwajibkan selalu mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker waktu berobat ke Rumah Sakit sehingga tidak banyak berkontak dengan dokter atau perawat dan pasien-pasien non Covid lain yang juga sedang menunggu di RS.

Direktur RSUD Paniai, Dokter Agus yang dikonfirmasi membenarkan puluhan tenaga medis dan non medis tersebut kebanyakan tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Menurut dia, warga yang berobat ke rumah sakit sementara ini yang kasus emergensi saja.

“Sementara ini tengah menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah dipantau dan diawasi langsung oleh Tim Satgas Covid-19 RSUD,” ujar Dokter Agus.

Ia mengakui, pelayanan di RSUD Paniai masih tetap berjalan dengan baik poliklinik masih buka dengan mengatur sif dan jam kerja sambil berharap RSUD Paniai bisa segera memperoleh tambahan tenaga medis dari Dinkes setempat.

“Tapi tidak menutup kemungkinan poliklinik akan kami tutup kedepan mengevaluasi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Paniai ini,” ujarnya. [*]

 

Reporter: Enaakidabii Carvalho

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *