Lama orang Papua tolak Otsus, TPNPB pertanyakan dilanjutkan untuk siapa?

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Pemimpin wilayah Meepago Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Damianus Magai Yogi mempertanyakan negara Indonesia melanjutkan Otonomi Khusus kedua kali di tanah Papua untuk dan kepada siapa?.

Hal ini dipertanyakan, masalahnya soal Otsus, menurut Damianus, awal sejak diterapkan seluruh akar rumput orang asli Papua se-tanah air, Sorong hingga Samarai, secara tegas dan terang-terangan sudah menyatakan menolak.

“Orang Papua dari Sorong sampai Samarai lama sudah tolak Otsus. Semua orang dimana-mana tahu itu. Tapi Indonesia paksakan lanjut. Sekarang Otsus dilanjutkan untuk siapa?,” tanya Damianus menanggapi pengesahan RUU Otsus menjadi UU yang telah dilaksanakan 15 Juli 2021 dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang V oleh DPR RI di Jakarta, kepada wagadei.com, Jumat (16/7/2021).

Damianus bahkan menyebut penolakan akan “gula-gula” Jakarta bernama Otsus juga sudah dinyatakan oleh sebanyak 112 organisasi asal orang asli Papua maupun luar yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) Tolak Otsus jilid II.

“Itu bukti dari sekian banyak bukti nyata yang ada, semua orang Papua tidak mau gula-gula Otsus,” tekannya.

Kendati begitu, faktanya Indonesia telah memaksakan tanpa kompromi dengan orang Papua. Tidak cuman bertentangan dan cacat hukum, tindakan Indonesia itu, tuding Damianus, bentuk pelanggaran HAM.

“Untuk itu kami TPN-PB OPM, dengan tegas menolak perpanjangan Otsus Papua Jilid II dan segala macam tawaran dari negara kolonial Republik Indonesia. Dan sesuai deklarasi kemerdekan negara West Papua 1 Desember 1961 dan proklamasi kemerdekan negara West Papua 1 Juli 1971, kami akan berjuang terus hingga merdeka penuh,” tegasnya.

Sebab, menurutnya, merdeka penuh adalah yang dinginkan seluruh orang Papua, bukan Otsus dan segala macam tawaran malapetaka.

“Maka jangan ada oknum tertentu yang berpartisipasi dalam perpanjangan Otsus dan pemekaran DOB. Yang terlibat, kami siap tembak mati,” tegas Damianus.

Ia menambahkan guna mempercepat penentuan nasib sendiri, pihaknya siap sukseskan revolusi total atau Mogok Sipil Nasional sesuai agenda disepakati bersama Tuhan, Alam dan leluhur Bangsa Papua Barat. [*]

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *