Tanggapi Insiden Dogiyai, Alfred Anouw : Semua pihak harus duduk bersama Cari solusi 

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – Anggota Dewan perwakilan rakyat Papua [DPRP], Alfred Fredy Anouw turut bersuara menanggapi konflik yang terjadi di Dogiyai,kamis, [15/7/2021], yang mengakibatkan adanya korban nyawa dan kerugian barang juga bangunan.

 

Alfred Fredy Anouw, dalam perss releasenya ,sabtu,[17/7/2021] mengatakan, kerusuhan yang terjadi 2 hari lalu di Dogiyai, yang mengakibatkan korban manusia dan sejumlah barang, sangat tidak jauh berbeda dengan kejadian sebelum-sebelumnya. Ia berharap, Pemerintah [Bupati dan Wakil bupati], Dewan perwakilan rakyat daerah [DPRD], semua elemen masyarakat harus duduk bersama mencari solusi penyelesaian dengan aparat keamanan dan militer di dogiyai, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

 

” Dulu kehidupan orang Dogiyai bersama aparat keamanan dan militer jauh lebih baik sebelum kabupaten Dogiyai hadir. Orang dogiyai sangat baik dan ramah kepada siapapun,termasuk aparat keamanan dan orang non Papua. Kehidupan sosialnya sangat tinggi, Tidak pernah juga ada keributan,apalagi buat onar. Sekarang sangat Jauh berbeda, keributan,perkelahian, pembunuhan hingga berulang kali dogiyai berdarah. Untuk itu semua pihak harus duduk cari solusi untuk dogiyai yang aman dan damai ” tuturnya

 

Lanjut Anouw, dulu aparat keamanan yang tugas di Kamuu dan Mapia sangat akrab dengan masyarakat. Kehidupan sosial antara mereka sangat terasa. Jika ada masalah, aparat keamanan sama sekali tidak pernah turun lapangan dengan membawa senjata. Mereka selalu mengedepankan pendekatan humanis. Mereka selalu berusaha selesaikan masalah dengan baik-baik.

” Kalau bisa, semua pihak harus bergandengan tangan pulihkan kondisi Dogiyai seperti dulu. Ada apa-apa harus bicara duu, selesaikan baik-baik dulu, jangan lagi main hakim sendiri, nanti korban berjatuhan sana-sini,” tuturnya.

 

Ia juga berharap, Aparat keamanan dan Militer yang bertugas di Dogiyai, jangan hadapi masyarakat dengan mengedepankan militeristik karena masyarakat akan trauma dan takut.

” Aparat keamanan dan militer selalu curigai masyarakat yang berlebihan. Mereka selalu turun lapangan dengan membawa senjata lengkap. Saya harap, kedepan ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

 

Tambahnya lagi, jika masyarakat salah. Tegur dan bicara baik-baik, mereka pasti mengerti. Kalau dengan senjata api atau kekerasan, memang akan memakan korban nyawa dan barang.

 

Sebagai wakil rakyat utusan Meepago (Dogiyai), Anouw berharap, kedepan harus ada langka yang diambil oleh Pemda,Dprpd, masyarakat bersama aparat keamanan dan Militer untuk membebaskan Dogiyai dari masalah Miras.

 

” Akhir kata, Saya turut berbelasungkawa atas semua korban insiden Dogiyai,kamis,[15 Juli 2021]. Dogiyaiku aman selalu,” tutup Anouw.

 

Reporter     : Theresia F.F Tekege 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *