Ketua DPR Deiyai: Aparat keamanan harus mengedepankan kemanusian tangani demonstran di Papua

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa, meminta aparat keamanan dan militer di tanah Papua untuk selalu mengedepankan humanis dan kemanusiaan dalam menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa dan rakyat di tanah Papua.

 

Kepada Wagadei.com, Kamis,[15/7/2021], Petrus Badokapa mengatakan, pengalaman kemarin, Rabu 14 Juni 2021 dalam aksi mahasiswa di Jayapura yang menolak penetapan rancangan undang-undang Otonomi khusus (RUU Otsus) jilid II di Jakarta, ia menilai aparat keamanan sangat tidak manusia menangani demonstran yang merupakan mahasiswa Uncen di Jayapura.

 

Lebih lanjut,Badokapa menjelaskan, Penetapan RUU Otsus Jilid II memang dibuat secara sepihak tanpa melibatkan orang Papua. Sehingga, sangatlah wajar ada aksi demokrasi dari para mahasiswa untuk menolak pembahasan dan penetapan RUU di Jakarta.

” Saya sangat menyayangkan sikap arogansi yang dilakukan aparat keamanan kepada orang Papua, terutama dalam penanganan aksi damai yang dilakukan mahasiswa kemarin, yang mengakibatkan beberapa mahasiswa di amankan di Polresta Jayapura dan beberapa lainnya terluka karena pukulan aparat,” tegasnya

 

Dalam aksi kemarin, ada beberapa mahasiswa yang di pukul aparat hingga berdarah, diantaranya; Olison Pakage, Doni Pekei, Apniel Doo, Amandus Pokuai, dan ada beberapa mahasiswa lainnya juga turut diamankan aparat di Polresta Jayapura.

“Sungguh! Saya sangat sayangkan tindakan itu dari aparat itu,” tegasnya lagi

 

Lanjutnya, “Kepada Kapolda Papua, saya meminta agar memberikan hukuman kepada para aparat kepolisian, yang dengan jelas dan nyata telah mengeluarkan darah dari mahasiswa Papua. Hal ini sudah sangat keterlaluan.”

 

Badokapa juga turut menanyakan, kenapa ada perbedaan cara penanganan aksi damai di Jawa dengan Papua. Kata dia, selama ini banyak baca dan nonton di berita penanganan aksi di Jawa selalu mengedepankan sisi humanis. Namun, sangat berbeda jauh sekali dengan aparat kepolisian yang bertugas di atas tanah Papua.

“Saya lihat, aparat kepolisian di Papua selalu arogan terhadap para mahasiswa dan rakyat yang gelar aksi damai,” ujar Badokapa kesal

 

Lanjut Badokapa lagi, Sebagai pimpinan wakil rakyat, ia meminta dengan tegas kepada aparat keamanan, untuk menghargai kebebasan demokrasi dalam Negara ini yang sudah termuat dalam undang-undang.

“Aparat itu tugasnya mengamankan. Berilah keamanan selama rakyat dan mahasiswa aksi bukan justru berbanding terbalik hingga terjadi penangkapan dan pukulan ” pungkasnya.

Reporter : Theresia F.F. Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *