PHP Dev Cloud Hosting

Tolak PSU di yalimo,Jalan Trans wamena Jayapura ditutup

  • Bagikan

Jayapura,[WAGADEI] – masyarakat Yalimo yang tidak menerima putusan Mahkama konstitusi [MK] untuk melakukan pemilihan suara ulang [PSU] yang kedua kali di kabupaten Yalimo, kembali beraksi dengan menutup jalan trans Wamena-Jayapura di Elelim Yalimo.

 

Hal ini di sampaikan Leo Himan, Ketua Front peduli pembangunan Yalimo [FPPY] kepada wagadei.com via seluler, rabu,[14/7/2021].

 

Leo menjelaskan, aksi Pemalangan ini sebagai bentuk protes masyarakat kepada MK yang membatalkan pasangan Erdi-John [Er-Jon] sebagai calon bupati-wakil bupati Yalimo. Masyarakat yalimo juga menolak putusan MK yang memerintahkan pilkada ulang dalam jangka waktu 120 hari.

” Masyarakat sudah palang jalan trans Jayapura wamena dari kemarin, selasa [13/72021] hingga waktu yang tidak di tentukan, di Elelim Yalimo,” jelasnya.

 

Lanjutnya, upaya ini juga dilakukan untuk mencegah konflik dengan massa dari pendukung lain yang ingin mengacaukan situasi Yalimo.

” Akses jalan keluar masuk Yalimo ditutup total oleh massa. Saat ini di Yalimo, ribuan pendukung Erdi berkumpul di Distrik Elelim, ibu kota kabupaten Yalimo. Ini dilakukan massa untuk mencegah pihak lain yang berencana mengganggu situasi di Yalimo, pungkasnya.

 

Leo menambahkan, pengungsi yang bukan warga Yalimo telah dievakuasi ke Wamena karena persediaan bahan makanan telah habis.

”Masyarakat kita orang Yalimo masih bisa bertahan hidup karena masih bisa konsumsi makanan lokal seperti petatas,keladi,dan lain-lainnya,” jelas Leo.

 

Leo juga meminta kepada pemerintah pusat untuk melantik pasangan Er-Jon karena sudah dua kali memenangkan pemilu di kabupaten Yalimo.

” agar tidak terjadi konflik berkepanjangan, juga untuk tidak menghambat pelayanan pemerintah kepada masyarakat,sudah seharusnya pemerintah Indonesia melantik pasangan Er-Jon yang sudah memenangkan pemilu pada pemilu di bulan Desember dan PSU pada bulan Mei di Kabupaten Yalimo,” tuturnya.

 

Seperti di lansir kompas.id,Kepala Polres Yalimo Ajun Komisaris Besar Hesman Napitupulu, mengakui adanya aksi penutupan jalan tersebut.

”Kami terus menjalin komunikasi secara persuasif agar masyarakat membuka kembali akses jalan. Sementara itu, seluruh warga yang mengungsi masih berada di Wamena,” katanya.

 

Lanjut Hesman, jajaran Polres Yalimo bersama TNI terus melaksanakan patroli di seluruh wilayah. Hal ini untuk mencegah aksi anarkistis terulang kembali di Yalimo.

 

Reporter : Theresia F.F Tekege

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *