PHP Dev Cloud Hosting

Jika lockdown, Yoman: Jangan larang umat beribadah dan paksa warga ikut vaksin

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Pemberlakuan lockdown secara total tengah akan diberlakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona 19 varian baru yang kian pesat, diminta dilakukan secara bijak sebagaimana biasa dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Hal ini disampaikan Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, Pendeta Socrates Sofyan Yoman, Sabtu (10/7/2021) di Jayapura, yang bermaksud bahwa jika pemerintah kembali melakukan lockdown, untuk gereja tidak boleh ditutup.

“Lockdown lanjut, tapi harus lakukan secara bijak. Maksudnya kalau lockdown, jangan tempat-tempat ibadah seperti gereja dilarang untuk melakukan ibadah. Ini tidak boleh,” kata Yoman.

Menurut Yoman gereja adalah tempat ibadah orang-orang beriman umat kristiani berkumpul untuk bersekutu dengan Tuhan. “Bukan tempat orang beriman kasih saling tular Corona. Corona tidak punya kuasa. Yang punya kuasa dari segala kuasa yang ada, hanyalah Tuhan,” ujarnya.

Dikatakan, didalam gereja tidak pernah ada orang yang terkena Corona meninggal secara tiba-tiba. Terjadi hanyalah di rumah warga dan di rumah sakit (RS). Sehingga pemerintah, tekannya, tak boleh sekali melarang umat kristiani melakukan ibadah di tempat ibadah.

“Yang harus (lebih) diperketat itu protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Ini yang penting diterapkan di semua gereja. Untuk tutup itu yang tidak boleh,” tuturnya.

Yoman juga ikut menyoroti kebijakan pemerintah soal vaksinasi. Kata Yoman, untuk vaksinasi, pemerintah jangan memaksakan alias mewajibkan masyarakat untuk vaksin dengan menjadikan satu syarat dalam melakukan segala aktivitas.

“Dengan melihat situasi perkembangan vaksinasi covid di Indonesia khususnya di Papua banyak orang yang meningal. Sekarang siapa yang bertanggungjawab, orang-orang yang divaksin tapi kemudian meninggal ini,” bebernya.

Dikatakan, boleh tetapi biarkanlah masyarakat yang memilih sendiri, mau divaksin atau tidak.

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *