PHP Dev Cloud Hosting

DPRD,Kasat Pol-pp, Mahasiswa dan Mama-mama Dogiyai audience dengan DPR dan Pol-pp Paniai bahas penghamburan jualan 

  • Bagikan

Jayapura, [ WAGADEI ] – menanggapi kasus penghamburan jualan mama-mama Asal Dogiyai,kamis 17 Juni 2021 di pasar Iyaipugi, Dewan perwakilan rakyat daerah [DPRD] Dogiyai, Mahasiswa Dogiyai,kepala satuan polisi pamong praja [Kasat Pol-pp] bersama mama-mama telah audience dengan DPRD Paniai dan Kasat Pol-pp Paniai di aula kantor Pol-PP Paniai,Jumat,[9/7/2021].

 

Kasat PolPP Paniai,Yafet Adii menjelaskan, Penghamburan jualan mama-mama Dogiyai di Paniai dilakukan oleh Polpp Paniai untuk penertiban pasar.

 

” Benar. Kami menghamburkan jualan mama-mama, tapi bukan mama dari Dogiyai punya jualan saja, tapi semua yang jualan disana mengalami hal yang sama. Kami lakukan itu atas perintah bupati, untuk menertibkan jualan mama di pasar Iyaipugi,” jelasnya.

 

Lanjutnya, ” Alasan lainnya adalah, mama-mama Dogiyai yang jualan ke Paniai, biasanya rawan kecelakaan dikarenakan muatannya yang banyak.disini lain, kami juga sudah berulang kali, ingatkan mama-mama dogiyai untuk tidak datang jualan di Paniai,”tuturnya.

 

 

Menanggapi pernyataan Kasat Pol-pp paniai, Ketua komisi A DPR Dogiyai,Agus Tebai mengatakan kekesalannya kepada Pollpp Paniai, yang menghamburkan jualan mama-mama Dogiyai di pasar Iyaipugi tanpa lebih dulu kordinasi dengan mereka.

 

” Polpp paniai gagal dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai keamanan daerah.saya kecewa dengan tindakan seperti ini,” tuturnya.

 

Ia menjelaskan, tugas dan tanggungjawab Pol PP sudah diatur Standar Operasional dalam penanganan dan penertiban.

 

” Ini kan di paniai, belum ada peraturan daerah ( perda) maupun Perbup tentang larangan – larangan. Jadi, sah-sah saja sebenarnya, karena mama-mama jualan untuk membiayai kehidupan termasuk biaya anak-anak mereka yang sekolah. Kita kan sama-sama dalam satu wilayah dan satu suku, hanya pemerintah yang petak-petakkan kita,”Ujar Tebai.

 

Ia berharap semoga kedepan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

 

” Mama-mama Dogiyai bisa jualan ke Paniai, dan sebaliknya mama-mama Paniai bisa jualan ke Dogiyai.”

 

Dortea Anou, Korban Penghamburan jualan mengatakan, ” perlakuan seperti itu selalu terjadi tapi kami dia sering diam. Kejadian beberapa Minggu lalu itu Lansung di pimpin oleh kepala kastapoll paniai. Padahal, uang hasil jualan biasanya di pakai untuk derma di gereja,beli keperluan sehari-hari dan untuk biayai anak-anak sekolah.”

 

 

Ketua DPRD Paniai, Sem Nawipa, meminta maaf sebesar-besarnya atas nama Pemerintah daerah dan kasat Pol-pp, atas perlakuan anggota Polpp kami kepada mama-mama penjual dari dogiya.

 

” Saya, mewakili Pemda dan juga keluarga besar Polpp Paniai, meminta maaf kepada mama-mama semua yang merasa di rugikan atas perlakuan anggota Polpp Paniai selama ini. Semoga ini tidak terulang lagi, sehingga mama-mama Dogiyai juga bisa merasa aman dan nyaman jualan disini,” Jelas Nawipa.

 

Dengan demikian, hasil audience menghasilkan beberapa point, sebagai pernyataan sikap.

 

1. Mama2 dari Dogiyai bisa jualan di Paniai ,Deiyai . Begitu juga sebaliknya.

2. Mama-mama diperbolehkan berjualan dibawah Jam 17.00

3. Bila terjadi kecelakaan lalu lintas Bukan tanggungjawab Pemda

4. Mama- mama yang datang jualan jika Jualan berlaku maka kembali ke Dogiyai.

 

 

Reporter   : Theresia F.F Tekege 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *