KOMBACE Nyatakan sikap tolak Otsus Jilid II

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Mahasiswa-Mahasiswi Papua yang tergabung dalam Komunitas Basis Cendrawasih [KOMBACE], nyatakan sikap tolak Otonomi Khusus [Otsus] Jilid II di Pondok Isola, Sukasari, Bandung, Jawa Barat.

“Otsus di Papua bukan impian atau harapan rakyat Papua”, ujar Nando, Ketua Divisi Humas Cenderawasih, kepada wagadei.com via seluler,Kamis, [8/7/2021].

 

Nando menjelaskan, Otsus diberikan sebagai solusi sementara untuk meredam gejolak politik kemerdekaan bangsa west Papua.

” Otsus itu gula-gula politik dari jakarta supaya untuk redam sikap revolusioner masyarakat Papua saat ini. Yang dalam realitasnya diatas tanah Papua, justru terbalik,” tutur Nando.

 

Lanjutnya, Angka kematian tinggi, Indeks Pembangunan Manusia [IPM] paling rendah di Indonesia, sudah begitu pemerintah paksa kita terima Otsus.

” Terlalu paksa!. Bahkan, ini pelecehan hak dan demokrasi manusia Papua,”tegasnya.

 

Ia juga mengatakan, Otsus gagal karena pemerintah  ambil kebijakan sendiri.

” maksudnya, dalam pembahasan otonomi khusus di Jakarta beberapa waktu lalu, tidak ada perwakilan manusia papua itu sendiri, seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda bahkan tokoh perempuan, majelis rakyat papua [MRP] dan Dewan Perwakilan Rakyat papua [DPRP] yang mana mereka ini semua adalah akar rumput yang akan mewakili rakyat papua”, kata Nando, pria kelahiran Serui.

 

Selain itu, Presiden Kombas Cendrawasih Franz M mengatakan, Semua suara atau aspirasi yang disampaikan oleh Manusia Papua, lahir dari apa yang tumbuh dalam benak dan berkembang jadi nasionalisme manusia Papua itu sendiri. jadi harusnya, itu dihargai dan dihormati.

” Pejabat daerah ka, pejabat negara ka, tidak berhak batasi apalagi paksakan untuk terima atau lanjut Otsus jilid II. Representasi suara manusia Papua terkait otonomi khusus, ada dalam petisi rakyat Papua [PRP] dan mahasiswa/i Papua,”jelasnya.

 

Lanjut frans, elit  kolonial stop omong kosong. Sampai saat ini, manusia papua hanya  minta referendum dan buka ruang demokrasi selebar-lebarnya, untuk kami nyatakan sikap menuntut Pemerintah Indonesia berikan Hak penentuan nasib bagi bangsa west Papua sebagai negara yang Merdeka.

 

Reporter  : Norbertus Douw

Editor       : TFFT

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *