KPU dan Bawaslu Yalimo dinilai gagal laksanakan Pilkada

  • Bagikan

 

Jayapura, [WAGADEI] – Yanes Alitnoe, tokoh masyarakat Kabupaten Yalimo, juga mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Yalimo mengaku kesal lantaran KPU dan Bawaslu setempat gagal melaksanakan proses Pilkada dengan baik hingga berujung pada aksi pembakaran sejumlah fasilitas umum.

Menurut dia, KPU dan Bawaslu mulai dari pusat hingga Kabupaten Yalimo.

Hal itu diungkapkaj ketika menggelar jumpa pers di hotel @Home Tanah Hitam Abepura, Kamis, [8/7/2021], bahwa Pilkada maupun pemungutan suara ulang [PSU] telah dimenangkan dua kali oleh pasangan nomor urut 1 Erdi Daby dan John W. Wilil [Er-Jon].

“Saya berani mengatakan fagal karena dari periode ke periode tidak pernah terjadi konflik seperti ini. Tapi ini baru kali pertama terjadi konflik berkepanjangan yang mengakibatkan banyak bangunan dibakar massa,” kata Alitnoe.

Alitnoe menjelaskan, keputusan Mahkamah Konstitusi [MK] yang pertama 97 dan keputusan MK 145 dinilai ambigu dan kontradiktif. Pasalnya, keputusan MK 97 No.4, memerintahkan untuk melakukan PSU di dua Distrik oleh Kabupaten Yalimo atas supervisi oleh KPU Provinsi Papua dan KPU Republik Indonesia.

“Juga pengawasan ketat oleh Bawaslu atas supervisi oleh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Republik Indonesia, atas perintah itu proses PSU sudah laksanakan dengan baik,” ujarnya.

“Dan putusan Nomor 5, KPU melaksanakan pemungutan suara ulang di dua distrik, kemudian ditambahkan perolehan suara yang tidak dibatalkan diumumkan tanpa dibawa ke MK,” ucapnya.

Berdasarkan ini, kata dia, setelah PSU hasilnya sudah diumumkan hingga SK penetapan sudah disampaikan kepada DPRD Yalimo, namun terjadi masalah di lakukan lagi proses penetapan untuk SK pelantikan.

“KPU RI dan KPU Provinsi Papua jangan lagi memaksakan masyarakat untuk PSU kedua kali, karena sangat berpotensi konflik dan kalau itu terjadi siapa yang siap menjamin keamanan masyarakat di pedalaman,” tegasnya.

Ia menegaskan, dua kali pesta demokrasi yakni Pilkada pada bulan Desember 2020 dan PSU telah dimenangkan oleh Paslon Er-Jon sehingga tak perlu lagi melakukan PSU namun urus proses pelantikan saja.

“Pasangan calon sudah menang dua kali. Sekarang masyarakat sedang menunggu proses penetapan hingga pelantikan. kami harap, KPU daerah hingga pusat segera lakukan proses pelantikan demi kelancaran pembangunan dan juga untuk lancarnya pelayanan masyarakat di kabupaten Yalimo,” tegasnya. [*]

Reporter : Theresia F.F Tekege
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *