Kasus Victor Yeimo, SMPRP minta Komisi I DPRP fasilitasi ke Polda

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Solidaritas Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua [SMPRP] menemui anggota Komisi I DPR Papua Laurenzus Kadepa membahas perkembangan kasus penahanan Victor Yeimo pada 9 Mei 2021 hingga kini didekam di rumah tahanan Mako Brimobda Papua. Pertemuan tersebut dibahas di ruang rapat Komisi I, Rabu, (7/7/2021).

Apniel Doo, Sekretaris SMPRP meminta anggota Komisi I Laurenzus Kadepa memfasilitasi SMPRP menemui Kapolda Papua untuk menyampaikan aspirasi pihaknya atas kasus Victor Yeimo.

“Kami dari SMPRP mengunjungi Komisi I DPRP ini untuk meminta kepada mereka (Komisi I) untuk menjelaskan perkembangan kasus tahanan Victor Yeimo juga sekaligus kami minta mereka fasilitasi SMPRP temui Kapolda Papua,” ujar Apniel DPP kepada wagadei.com.

Pihaknya juga menyerukan bahwa Victor Yeimo merupakan korban kasus rasisme bukan pelaku, apalagi aksi kedua tanggal 19 Agustus 2019 ia tak pernah terlibat dalam aksi yang berujung pada anarkis itu.

“Kalau soal rasis, sudah dibayar lunas oleh tujuh tahanan di Polda Kalimantan Timur, maka jangan ada lagi tahanan dengan alasan kasus rasisme,” ungkapnya.

Menanggapi tuntutan SMPRP, Laurenzus Kadepa, anggota Komisi I DPR Papua menjelaskan, pihaknya sedang fokus bangun upaya-upaya dengan aparat keamanan agar kasus Victor diringankan.

“Saya sendiri sementara tidak melakukan kunjungan kerja ke daerah, karena fokus saya saat ini hanya untuk Victor Yeimo. Masyarakat, pemuda dan mahasiswa tetap tenang, kita akan bersama-sama tangani kasus Victor dengan cara yang damai dan bermartabat,” kata Politisi Partai NasDem ini.

Ia berjanji bakal melayankan surat audiensi kepada Kapolda Papua secara kelembagaan. “Akan saya upayakan buat surat ke Polda,” ucapnya.

“Masyarakat bersama adik-adik mahasiswa tetap tenang. Kita upayakan dan doakan kasus Victor lebih ringan,” kata Kadepa. [*]

Reporter: Theresia F.F Tekege
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *