Gereja Baptis akan lebarkan pelayanan ke daerah Papua Selatan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Sesuai amanat agung Yesus Kristus kabarkanlah Injil sampai ke ujung bumi, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua berkomitmen akan kembangkan pelayanan ke daerah yang belum tersentuh pelayanan gereja tersebut.

Hal itu akan diputuskan dalam kegiatan Konfrensi ke IV umat gereja Baptis wilayah kabupaten dan kota Jayapura yang sedang dilangsungkan dari Senin (5/7/2021) lalu hingga Jumat (9/7/2021) besok, di gereja Wahno, Kotaraja. Pelayanan akan dilakukan dimaksud di daerah-daerah pesisir khususnya yang berada di Papua Selatan.

“Sesuai dengan amanat agung Yesus Kristus, kami memiliki visi besar dalam pelayanan kedepan. Selain pelayanan di daerah-daerah gunung dan lembah, pelayanan ini akan terus dan dikembangkan hingga ke pesisir pantai,” kata Anthon Kogoya, ketua Baptis wilayah kabupaten dan kota Jayapura, Selasa (6/7/2021), dalam ibadah pembukaan kegiatan konfrensi.

Dia mengatakan sesuai dengan survei dan dilandasi iman Yesus Kristus, dari 14 gereja yang ada akan berkembang menjadi 40-an gereja kedepan di daerah pesisir. Supaya terjawab berjalan sesuai rencana, seluruh Jemaat di Jayapura dan Keerom diminta mendukung selalu dalam doa.

“Karena tentang pelayanan ini kami akan bahas dan sama-sama putuskan dalam kongres ini, setelah itu langsung bergerak,” ujarnya.

Alasan lain dari pelayanan ke daerah pesisir di Papua Selatan, dikatakan, karena misionaris saja yang tinggal di daerah jauh bisa membawa terang Injil sampai ke Papua.

“Sedangkan kami kenapa tidak bisa. Ini kan tidak boleh. Pelayanan mulai sekarang harus dilakukan dimana-mana. Jangan hanya satu wilayah saja,” pintanya.

Kegiatan konfrensi ini diikuti 12 gereja dan dua Pos PI dengan mengutus masing-masing gereja enam orang mengingat protokol kesehatan Covid-19.

Sementara, Presiden Persekutuan Baptis Papua, Dr. Socrates Sofyan Yoman, pada kesempatannya meminta agar mendorong lima kebijakan dalam konfrensi. Diantaranya pendidikan, kesehatan, penginjilan, pemberdayaan ekonomi umat, dan perjuangan Perdamaian dan penentuan nasib sendiri.

“Penentuan nasib sendiri itu realitas dan gereja tidak bisa menyangkal itu. Tuhan akan marah jika suara ini tidak diteruskan,” katanya.

Selain mendorong itu, ia juga meminta seluruh umat baptis di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura agar selalu menjaga keharmonisan antar umat di tanah Papua khususnya di tanah Tabi.

“Karena ada keharmonisan kita bisa duduk dan ada di tanah Tabi ini. Kita harus jaga tanah Tabi ini baik. Caranya jaga terus keharmonisan yang ada dengan baik. Tidak terpengaruh dengan segala macam godaan iblis yang datang mau mengacaukan tanah ini” bebernya.

Menjaga tanah Tabi aman, kata Yoman, adalah tugas semua umat dan gereja. Dan semua yang hidup diatasnya patut menghargai

“Untuk itulah sebagai bentuk menghargai, nama-nama lokal di tanah Tabi ini kami berikan nama gereja sesuai dengan tempatnya, seperti gereja Baptis Wahno, Itawakum, Menehi, Yame, Ramoho dan seterusnya,” jelasnya.

Yoman pada kesempatan itu juga mengganti nama tingkat kota dan kabupaten menjadi
Wilayah Baptis Tabi.

“Kalau wilayah kota dan kabupaten itu hanya melingkup di sekitar sini saja, sedangkan ada jemaat yang di Lere dan Keerom. Maka hari ini secara resmi saya ganti menjadi wilayah Baptis Tabi karena kita ada diatas tanah Tabi,” tandasnya.

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *