Boaz Solossa tegaskan cara hentikan dari pemain Persipura sangat tidak baik!

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – “Kami juga harus jujur bahwa apa yang terjadi di dalam tim ini (Persipura Jayapura) apapun yang akan diambil manajemen, saya dengan kawan Yustinus Pae sangat siap terima. Cuma caranya saja yang saya rasa ini sangat tidak baik”.

Hal itu diungkapkan sang kapten tim Mutiara Hitam Boaz Solossa bahwa dalam pertandingan uji coba melawan Persita Tangerang di arena Indomilk Tangerang pada Minggu, (13/6/2021) lalu. Ia bersama Pae tidak melakukan sesuatu yang terjadi dalam pertandingan itu.

“Kita sudah keluar dari lapangan baru keributan terjadi di dalam lapangan,” ujar Boaz Solossa dilansir bogopapua.com, Kamis, (8/7/2021).

Menurut mesin gol di lapangan hijau ini, laga uji coba melawan Persita berjalan baik-baik saja tanpa ada masalah. “Tapi mungkin dengan kejadian ini terjadi akhirnya ada evaluasi setelah pertandingan itu selesai,” ujarnya.

“Setelah itu besok siangnya, saya dihubungi oleh Stevie Loupulalan bahwa itu pak manajer Ridwan ‘Bento’ dan Pak Herald sama coach Jacksen menunggu kami di bawah (di hotel) untuk pertemuan, setelah dijelaskan di situ Pak Bento sebagai manajer.
Saya tidak tahu apa yang disampaikan oleh pak Bento apakah yang disampaikan itu langsung dari Pak Mano dan Pak Rudi yang menyampaikan itu langsung ke kami,” ungkapnya.

Ia menuturkan, karena bersama rekannya Pae tahu bahwa keduanya telah bersalah maka tidak perlu berkomentar dan tidak perlu jawab apa yang disampaikan oleh Coach Jacksen dan Manajer Persipura Bento Madubun.

“Dua hari sebelumnya yaitu pada hari Jumat kita memang telah melakukan ‘minum’, setelah itu hari Minggunya kita uji coba,” katanya.

Sang ikon Persipura Jayapura ini menjelaskan, setelah pertandingan uji coba itu selesai terjadi masalah yang masyarakat luas telah ketahui seperti yang disampaikan oleh Coach Jacksen, bahwa dia merasa aneh dengan kejadian di ruang ganti.

“Nah, itu yang harus saya sampaikan.
Teman saya Tinus Pae dia mau sampaikan kepada coach Jacksen bahwa kami dua tidak boleh turn main tapi memang sudah disusun nama pemain yang turun main. Dan kami berdua harus main pada saat itu,” tukasnya.

Tinus Pae, kata Boaz, harus mengatakan yang sebenarnya apa yang dialami keduanya sehingga ia melakukan komunikasi dengan coach Jacksen. “Ya tapi keputusan itu kan kembali ke coach, kalau percayakan saya bermain. Kalau tidak, ya saya dan Tinus tidak akan bermain. Saya anggap saja Tinus Pae sudah jujur sebelum kami dua turun main,” ungkapnya tegas.

“Ya dengan tindakan indisipliner yang kita buat, kita siap menerima apapun keputusan manajemen. Coach Jacksen sudah tahu seperti yang disampaikan oleh Tinus Pae, tetapi tetap saja dimainkan dalam laga uji coba melawan Persita,” ujarnya kesal.

Ia mengatakan, pihak yang dihargai dalam manajemen Persipura adalah Benhur Tomi Mano dan Ruddy Maswi setelah itu dipersilahkan untuk Coach Jacksen berbicara bahwa yang pertama bahwa pemain merasa kenyamanannya terganggu disampaikan lagi sehingga keduanya sudah tidak punya respek.

“Ya memang kita akui itu karena sebelum itu dia sampaikan kita harus saling respek, menghargai satu sama lain dan dia sampaikan itu. Dan akhirnya saya dengan Tipa diputuskan untuk kembali ke Jayapura,” katanya sambil menambahkan malam terakhir telah pamit sama Jacksen Tiago karena kamarnya berhadapan.

“Cuma yang disayangkan adalah, saya kayanya tidak dihargai. Padahal dari nol saya masuk baik-baik di tim Persipura ini, sekarang saya mau dikeluarkan dari tim ini juga harus dengan baik-baik,” pungkasnya. [*]

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *