PHP Dev Cloud Hosting

Peringati Biak Berdarah, Pemuda Meepago angkat bicara 

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – 6 Juli 1998 terjadi pembantaian terhadap manusia Papua di kota Biak, yang disebut Peristiwa Biak Berdarah. Hari ini 6 Juli 2021 adalah hari dimana Biak Berdarah dan usia suda menjalan 23 tahun.

 

Tindakan brutal aparat keamanan yang disebut Tni dan Polri terhadap warga sipil sangat luarbiasa terjadi Papua suda lama dan dalam, tetapi sayangnya diproses secara hukum kepada pelakunya mati,” ujar Adii Ben kepada wartawan via seluler, Selasa, [6/72021]

 

Ia menyatakan, “hari ini 23 tahun Biar berdarah, Peristiwa biak berdarah ini mengorbankan 230 orang. 8 orang meninggal; 8 orang hilang; 4 orang luka berat dan dievakuasi ke Makasar; 33 orang ditahan sewenang-wenang; 150 orang mengalami penyiksaan; dan 32 mayat misterius ditemukan hingga terdampar di perairan PNG”, ungkapnya.

 

“Pelakunya adalah negara bukan masyarakat biasa maka negara mestinya bertanggungjawab atas kasus ini”, tegas adii

 

Adii juga desak Pemerintah Pusat segera tuntaskan, Kasus pelanggaran HAM berat seperti tragedi Wamewa Berdarah [2000 dan 2003]; Wasyor Berdarah [2001]; Uncen Berdarah [2006], Nabire Berdarah [2012]; Paniai berdarah [2014], dan peristiwa Berdarah lainnya,

 

Ia meminta, Jika negara tidak bisa menyelesaikan, “buka ruang demokrasi sebesar-besarnya dan berikan hak penentuan nasib bagi Rakyat Papua sebagai solusi demokratis”, ungkapnya,

 

Sampai saat ini, Kasus-kasus HAM berat yang ada di Papua belum satupun dituntaskan.

” Maka di harapkan kepada Pemerintah Pusat segera ambil langkah-langkah demi menjaga perdamaian diatas muka bumi,” pungkasnya.[*]

 

Reporter   : Norbertus Douw

Editor        : TFFT

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *