PHP Dev Cloud Hosting

Tak libatkan OAP dalam revisi UU Otsus, bukti demokrasi di Papua mati

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Melihat dinamika revisi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) 2001 yang pembahasannya tak sesuai amanat membuktikan bahwa negara Indonesia sudah benar-benar gagal alias mati dalam mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi.

Hal ini disampaikan ketua Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (AMPERA) Papua, Elius Wenda, Rabu (30/6/2021) kepada wagadei.com. Elius mengatakan salah satu negara di dunia yang menganut sistem demokrasi adalah Indonesia, dimana kedaulatan rakyat mutlak dijunjung tinggi.

“Tetapi anehnya, demokrasi yang dianut itu justru dimatikan sendiri oleh negara (Indonesia). Terutama adalah di provinsi Papua dan Papua Barat terkait dengan pembahasan revisi UU Otsus 2001 yang masanya akan berakhir pada tahun ini” katanya.

Sebab, menurutnya, dalam (melakukan) Revisi Otsus disetiap tahapan, penyusunan draft hingga pembahasan di daerah maupun di pusat, tak pernah satupun orang Papua dilibatkan.

“Karena aspirasi rakyat orang Papua seharusnya mutlak dijunjung tinggi. Tetapi tidak, malah negara bungkam dengan berbagai alasan yang tidak rasional. Bahkan, ironisnya adalah mudahnya mengkriminalisasi aktor-aktor intelektual Papua yang kencang bicara bela demokrasi itu sendiri,” tukasnya.

Ia mencontohkan salah satu alasan tidak rasional dipakai oleh negara berhubung dengan Otsus adalah pelaksanaan PON XX di Papua.

“Pemerintah pusat mensiasati pelaksanaan PON XX di Papua adalah bukti sebagai pengalihan isu dan fokus rakyat Papua terhadap pembahasan dan pengesahan revisi UU OTSUS Papua, yang notabene jauh lebih penting dari pada pelaksanaan PON XX,” ujarnya.

Maka melihat semua dinamika-dinamika itu, pihaknya dengan tegas meminta DPR RI untuk tidak melanjutkan pembahasan dan pengesahan revisi UU OTSUS Papua

“Kedua adalah buka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi rakyat Papua untuk menyampaikan aspirasi tekait revisi UU OTSUS Papua,” tegasnya.

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *