IPMNI bersama Rakyat Nduga gelar aksi tolak pemekaran distrik dan desa di Nduga  

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Ikatan Pelajar Mahasiswa Nduga se-Indonesia [IPMNI] bersama masyarakat akar rumput Nduga, yang di wakili oleh tokoh Gereja, tokoh Adat, tokoh Perempuan, Intelektual, Senioritas, turun jalan melakukan aksi demonstrasi damai menolak pemekaran distrik dan desa, yang rencananya dimekarkan oleh pemerintah Kabupaten Nduga, karena tidak bersyarat dan tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku di negara Indonesia.

Aksi ini berlansung di bundaran telkomsel kenyam, Nduga, Jumat,[2/7/2021]. aksi ini di terima baik oleh ketua Dewan perwakilan rakyat daerah [ DPRD] dan sekretaris daerah [Sekda] kabupaten Nduga.

Wakil ketua IPMNI, Kris beon menjelaskan,Aksi ini kami gelar bersama rakyat, sikapi pemekaran distrik dan desa baru yang di perjuangkan pemerintah pusat negara Indonesia, melalui pemerintah daerah kabupaten Nduga.

” Kami dengar, 12 Juni 2021 pemerintah daerah bersama DPRD Nduga gelar rapat untuk mekarkan 40 distrik baru dan 700 kampung. Maka aksi kami hari ini murni, untuk tolak wacana pemekaran yang sedang di perjuangkan oleh elit politik di kabupaten Nduga. Wacana pemekaran ini juga, dilakukan tidak melalui prosedur dan tidak ada koordinasi dengan masyarakat kecil di Nduga,” Jelas Kris.

Tambahnya, ” Sebenarnya pemekaran ini untuk siapa? Apakah murni kemauan pemerintah daerah? Ataukah itu cita-cita pemerintah pusat untuk memetak-metakkan daerah konflik Nduga, sehingga negara lebih gampang kuasai alam dan manusia Nduga untuk membunuh?. Pokonya, kami tegaskan, Batalkan semua wacana pemekaran di Nduga, untuk melindungi Manusia Nduga yang tersisa dari konflik berkepanjangan yang di lakukan oleh negara melalui aparat keamanan dan militer selama ini,” tegas kris.

Sementara itu, Emon Tabuni, Koordinator lapangan menjelaskan, Pemekaran distrik dan desa yang di perjuangkan pemerintah daerah, tidak akan ada dampak positif bagi rakyat Nduga.

” Tidak ada nilai positif untuk sebuah pemekaran di Nduga. Banyak orang sudah meninggal di Nduga karena kekejaman negara, maka atas nama pembangunan infrastruktur, Pemekaran tidak boleh ada di Nduga. Manusia Nduga sudah habis, pemekaran untuk siapa?,” Ujar tabuni.

Ini pernyataan sikap IPMNI bersama masyarakat Nduga, untuk menolak wacana pemekaran distrik dan desa di lingkungan pemerintahan kabupaten Nduga.

1. Stop Kebijakan pemerintah daerah semaunya menerima pemekaran distrik dan kampung tanpa memikirkan implementasi indeks pembangunan manusia nduga.

2. Dengan tegas, kami menolak 40 pemekaran distrik dan 700 kampung yang tidak bersyarat untuk kepentingan politik lokal maupun politik nasional dengan lebel pemekaran.

3. Menolak pemekaran distrik bentuk apapun di tanah ndugama

4. Kami menolak, yang mendukung pemekaran distrik dan kampung serta mengatasnamakan masyarakat menerima atau mengurus pemekaran distrik dan desa baru.

5.DPRD Nduga segera lakukan rapat mendadak (istimewa) untuk menjelaskan dan mepertanggung jawabkan, 40 distrik dan 700 kampung yang di mekarkan tidak sesuai mekanisme pemekaran.

6. Pemekaran distrik dan desa bukan jaminan kesejahteraan masyarakat nduga.

7. Kami mendesak pemerintah legislatif maupun eksekutif mengutamakan pelayanan publik kepada 248 kampung dan 32 distrik yang sudah ada:

– Pelayanan Kesehatan

– Pelayanan Pendidikan

– Pelayanan Pembangunan

– Pengamanan Masyarakat Penggungsi, dll.

8. Pemerintah pusat melalui pemerintah daerah mengadakan pemekaran distrik dan desa baru untuk siapa? Dan isi oleh siapa? Tanah kami sudah penuh dengan pemekaran tanpa manusia, maka kami menolak.

9. Kami menolak pemerintah eksekutif mengurus Surat Keputusan tentang penetapan dan pengesahan pemekaran distrik dan desa baru sebelum membahas tuntutan kami.

10. Tuntutan kami di tunjukan kepada:

– Pemerintah Pusat

– Pemerintah Propinsi

– Pemerintah Daerah Nduga

– Dewan perwakilan Rakyat Daerah Nduga.

Reporter : Yulianus Magai

Editor : TFFT

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *