PHP Dev Cloud Hosting

Pemekaran Kampung dan Distrik di Dogiyai disoroti Ketua RPMP Simapitowa

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Pemekaran sejumlah kampung dan distrik di Kabupaten Dogiyai hingga akhirnya pada Sabtu, [26/6/2021] Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa melantik para Kepala Distrik dianggap sebagai pintu genosida orang asli Papua [OAP] khusus suku Mee yang berdomisili di Kabupaten Dogiyai terbuka lebar.

Hal itu dikatakan Ketua Rumpun Pelajar Mahasiswa dan Pemuda asal Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar [RPMP Simapitowa] Pusat di Jayapura Yosep Tebai mengatakan, pemekaran tersebut dilakukan demi kepentingan pribadi namun fatal bagi rakyat dan alam setempat.

“Yang jelas diperjuangkan oleh elit-elit politik di atas penderitaan masyarakat Dogiyai. Pemekaran itu datang karena ada masyarakat pribumi, tapi tanpa melalui permintaan masyarakat,” kata Yosep Tebai kepada jurnalis wagadei.com di Jayapura, Senin, [28/6/2021].

Ia menegaskan pihaknya telah menolak pemekaran daerah entah kampung, distrik, kabupaten bahkan provinsi. Namun permintaan pihaknya itu dijawab dengan hadirnya sejumlah kampung dan distrik.

“Kami pernah demo tolak pemekaran wilayah, bahkan itu dilakukan pada bulan Februari 2021 dan Maret 2021 hingga DPRD Dogiyai antarkan aspirasi penolakan itu ke tingkat Provinsi Papua. Tapi aspirasi penolakan itu justru hadir pemekaran dan didalamnya dikerjakan oleh para DPRD Dogiyai yang ikut tolak pemekaran itu termasuk Bupati Dogiyai,” ungkapnya.

Senior RPMP Simapitowa Hengki D. Mote mengatakan, usulan pemekaran tidak pernah masyarakat tahu bahwa nanti ada pemekaran. Sehingga pihaknya menanggap dilakukan oleh inisiatif Bupati dan DPRD Kabupaten Dogiyai.

“Kami menilai bahwa di Dogiyai tidak ada pembangunan satupun, sehingga kami mempertanyakan kepada Bupati bahwa sumber dana dari mana atas pemekaran delapan distrik ini? Karena pemekaran membutuhkan dana yang cukup banyak,” kata Mote.

Pihaknya menduga ada permainan dengan sejumlah pihak yang hendak menghancurkan rakyat dan tanah Kamuu Mapia.

“Penolakan Otsus dan pemekaran sudah jelas. Kami menduga ada kerjasama dengan pihak-pihak tertentu supaya kita habis,” ucapnya.

Pihaknya bahkan tetap menolak sekalipun sudah ada kepala distrik yang telah dilantik oleh Bupati Dogiyai. [*]

Reporter: Yulianus Magai
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *