Tunggu Permendagri turun, tapal batas Nabire – Paniai aman, Siriwo resmi bagian dari Paniai

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Bupati Paniai, Meki Nawipa menegaskan, kurang lebih 12 kampung yang ada di Distrik Siriwo merupakan warga resmi dari Kabupaten Paniai. Menurut dia, penyelesaian tapal batas wilayah antara Kabupaten Nabire dan Paniai telah selesai putuskan, kini sedang menunggu Peraturan Menteri [Permen].

Hal itu dikatakan Bupati Meki Nawipa lantaran segelintir warga dari wilayah Bedu Epouda, Kabupaten Paniai menggelar demonstrasi damai di Mowanemani, ibukota Kabupaten Dogiyai, Sabtu, [26/6/2021].

“Tapal batas sudah selesai antara kita [Paniai] dengan Nabire. Keputusannya Distrik Siriwo atas masuk di kabupaten Paniai berbatasan dengan Siriwo bawah itu Kabupaten Nabire. Kalau Paniai berbatas dengan Dogiyai mulai dari kampung Kiggodide Distrik Paniai Barat,” ujar Bupati Paniai Meki Nawipa kepada wagadei.com, Minggu, [27/6/2021].

Ia menegaskan, jika segelintir orang hendak minta bergabung dengan Kabupaten Dogiyai maka itu adalah kecewa tidak menjadi kepala kampung dari pemerintahan Paniai.

“Sangat jauh dan tidak masuk akal jika dikatakan minta gabung ke Dogiyai,” ucapnya.

“Yang mau pindah itu orang-orang yang ambisi jadi kepala desa. Tapi ingat, masyarakat itu milik Pemerintah Kabupaten Paniai. Jadi, bagi yang ambisi menjadi kepala kampung bisa pindah ke Dogiyai. Kampung dan masyarakat tetap milik Paniai,” tegasnya.

Bupati Nawipa menegaskan, tak ada sejengkal tanah milik Kabupaten Paniai hendak pindah ke kabupaten lain.

“Kalau kami mau bicara itu dengan kabupaten Nabire sebagai berbatasan langsung. Bukan dengan Dogiyai,” ucapnya.

Sementara Plt Kepala DPMK Paniai, Yonatan Mote justru kembali mempertanyakan apa dasar hukum hingga Pemerintah Kabupaten Dogiyai hendak menerima segelintir warga itu.

“Dasar hukumnya apa? Alasan karena hubungan kekerabatan, jarak dekat dan lain itu tidak masuk akal. Karena mereka [Siriwo] ini milik Paniai. Kami sudah sepakat dengan Nabire, tinggal tunggu Permen keluar,” kata Mote.

Ia meminta para Bupati Meepago yang tergabung dalam Asosiasi Bupati Meepago mestinya duduk dan bicara sama-sama agar tidak salah paham.

“Kemarin kita bahas soal tapal batas wilayah kan cuma kami bawahan saja. Saya punya Bupati (Bupati Paniai) hendak hadir tapi Bupati lain tidak mau datang. Ini salah satu dari kita tidak rumuskan bersama-sama. Jadi pahami baik-baik bahwa Distrik dan warga Siriwo itu punya Paniai,” katanya tegas. [*]

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *