Pentingnya catat sejarah GKI bagi kaum generasi penerus

  • Bagikan

Mapiha, [WAGADEI] –Gereja Kemah Injil Indonesia [GKII] wilayah III Papua terus menyadarkan generasi muda soal sejarah hadirnya gereja tersebut agar tak mudah gagal paham.

Seperti yang dilakukan di jemaat Bethel Kitakebo Klasis Mapiha, GKII wilayah III Papua Tikigikebo, Mapiha, Dogiyai melalui ibadah pemulihan Rabu, [24/6/2021] yang dipimpin oleh Ketua Klasis Mapiha, Pendeta Amos Magai mengajak pentingnya catat sejarah Gereja Kemah Injil bagi kaum generasi muda.

“Contohnya di Kitakebo, siapa menerima Injil, apa tujuan dari pada Injil datang, berapa lama Injil tinggal di sini, berapa orang percaya yang sedang ada, dan lainnya. Agar kaum muda muda untuk mengingat tentang sejarah masuknya Gereja Kemah Injil di Klasis Mapiha lebih khususnya di Tikigikebo Jemaat Bethel Kitakebo” kata Magai pada saat sambutan.

Guna mengucapkan syukur atas masuknya GKII di Klasis Mapiha, pihaknya sudah melakukan bersama beberapa jemaat diantaranya Anthiokia Adauwo, Anthiokia Wadoukoutu, Imanuel Waneuwo, Maranatha Dihouto, Dawaikunu , Kalfari Megaikebo kini Bethel Kitakebo masih belum lagi Okogou Kotu, Maikotu kemudian untuk penutupan akan dilaksanakan pada 13 Februari 2022 di Pekunopa Kampung Adauwo.

“Kami rasa bersyukur kehadirat Tuhan Allah Bapa disorga sebab beberapa hari lalu cuaca tidak mendukung namun karena pertolongan Allah sehingga kini cuaca sudah bagus,” ujarnya.

Ketua GKII wilayah III Papua, Pendeta Yosia Gobai mengatakan, acara syukuran seperti ini adalah pesta rohani. Lanjutnya, apabila ada yang halangi dalam kegiatan seperti ini, diajak harus doakan mereka agar mereka juga kembali kepada Allah.

“Pesta Rohani merupakan salah satu pesta yang dilakukan oleh orang percaya untuk memuliakan nama Tuhan, agar persembahan korban bakaran maupun melalui pujian hadir di hadirat Allah Bapa di surga,” katanya.

 

Ketua Panitia Acara syukuran, Pendeta Benyamin Mote mengatakan pihaknya sangat bersyukur kepada Tuhan Allah telah memberikan banyak berkat melalui acara syukuran ini.

“Karena dengan Tuhan kita akan sembelikan babi sebanyak  34 ekor ,” ujar Mote.

Kesempatan itu pihaknya Adapun mengusung tema “Mencari Pemulihan dari berbagai aspek dan kemuliaan nama Tuhan” serta sub tema melalui acara momentum pengucapan syukur ini kita bangkit mencari Pemulihan, karena dibalik pemulihan ada sukacita. [*]

Reporter: Musa Dumukoto
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *