PHP Dev Cloud Hosting

Gawat, UNIMA Kelas Pemda Paniai belum diwisuda sejak tahun 2013 hingga 2021

  • Bagikan

Paniai, [WAGADEI] – Patut heran bahkan bertanya-tanya jika sebuah perguruan tinggi tidak melakukan wisuda terhadap mahasiwa yang telah menyelamatkan pendidikan hingga bertahun-tahun. Sama seperti yang dialami Universitas Negeri Manado [Unima] Kelas Pemda Paniai yang belum mewisuda sejak tahun 2013 hingga tahun 2021.

 

Amandus Tatogo, salah satu mahasiswa Unima Kelas Pemda Paniai mengatakan sudah tujuh tahun pihaknya diabaikan oleh pihak pengelola kampus jarak jauh itu sehingga larut dalam janji belaka.

 

“Mahasiswa Universitas Negeri Manado Kelas Pemda Paniai yang tahap ketiga belum ada tanda-tanda mau wisuda. Sehingga kami kembali melakukan pertemuan lagi untuk membahas tentang proses perkuliahan ini,” kata Amandus Tatogo kepada wagadei.com di lapangan Karel Gobai Enarotali, Senin, [21/6/202].

 

Ia mengaku, pihaknya masih mengeluhkan dengan perjalanan panjang dari tahun 2013 hingga sekarang belum wisudakan.

 

“Ada rencananya akan wisudakan tahun 2021 pada bulan Juli mendatang, namun sangat mengeluhkan karena mengalami berbagai kendala, seperti kekurangan biaya dan lain hal,” ucapnya.

 

Ia mengungkapkan, keterlambatan wisuda terhadap pihaknya lantaran diabaikan oleh Pemda setempat dalam rangka memperpanjang kerja sama dengan Unima. Sekalipun demikian, pihaknya telah memastikan bahwa mereka aktif sebagai mahasiswa di kampus itu setelah mengecek nama-nama mereka di Porlap Dikti.

 

“Jadi jujur saja, salah satu pengurus Unima Kelas Paniai diberhentikan dari jabatan di pemerintahan, makanya belum lanjutkan. Setelah dua angkatan wisuda, kemudian kampus Unima juga mengalami pergantian Rektor, sehingga terjadi seperti hal yang sama juga dengan pemerintah daerah. Beberapa tahun mereka cek kembali ke kampus tersebut nama-nama mahasiswa itu sudah terdaftar di porlabdikti sebagai mahasiswa aktif,” ungkap Tatogo.

 

Lanjut dia, pihaknya tengah mengikuti ujian sebanyak 19 mata kuliah dan akan lanjut lagi dengan ujian konfresif untuk mempersiapkan ikut wisuda dengan mahasiswa leguler di kampus pusat [Unima].

 

Ia mengaku beberapa waktu lalu dirinya telah koordinasi dengan pihak kampus tersebut guna memastikan teken MoU masih ada telah berakhir. “Setelah saya cek di Unima, kerja sama dengan Pemda Paniai itu dari angkatan ketiga belum dilanjutkan,” ucapnya.

 

“Tapi nama-nama mahasiswa sudah terdaftar di porlabdikti, makanya kalau mahasiswa sendiri sanggup biaya pihak kampus Unima siap wisudakan,” ungkapnya.

 

Salah satu mahasiswa Unima Kelas Pemda Paniai, Selpius Kadepa menjelaskan tentang perjalanan kampus itu serta kegiatan belajar mengajar yang pernah dilakukan Pemda bersama kampus Unima.

 

“Kami ini adalah mahasiswa tugas belajar angkatan ketiga yang pernah daftar sebanyak 122 orang berlatar belakang guru SD dan tenaga honorer di setiap SD yang ada di Paniai. Namun sampai saat ini kami belum diwisudakan dengan gelar Sarjana Pendidikan,” kata Kadepa.

 

Walaupun demikian, kata dia pihaknya tetap tunaikan tugas yang mulia sebagai pendidik di sekolah-sekolah yang berada di pelosok.

 

“Kami 122 mahasiswa ini juga sebagai tugas belajar waktu itu dan sampai sekarang status guru yang mengajar di sejumlah SD dan tenaga honorer di sekolah-sekolah yang berada di pelosok Paniai sampai sekarang ini,” katanya. [*]

 

Reporter: Yohanes Nawipa

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *