PHP Dev Cloud Hosting

Ketua Pemuda Baptis Papua nilai PON 2021 tak beri keuntungan bagi OAP

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Ketua Pemuda Gereja Baptis di Tanah Papua, Sepi Wanimbo menilai pegalaran Pekan Olarahga Nasional (PON) Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Papua sama sekali tidak memberi keuntungan dalam hal apapun bagi orang asli Papua.

Hal itu dikatakannya karena kini secara fakta, segala lini kehidupan di Papua [provinsi hingga kabupaten] telah dikuasai penuh oleh orang non pribumi atau pendatang.

“PON akan dilaksanakan sama sekali tidak beri untung untuk orang asli Papua. Kenapa? karena coba lihat semua lini di Papua sekarang sudah dikuasai orang pendatang dari provinsi sampai kabupaten. Seperti hotel, mobil rental, toko-toko atau ruko, bandara, pelabuhan, ojek dan pedagang sayur-mayur di pasar juga di jalan-jalan, semua dikuasai mereka,” kata Sepi kepada wagadei.com, Minggu (20/6/2021), dari Wamena.

Kondisi itu, menurut Sepi, telah membuat orang asli Papua sebagai pemilik negeri menjadi tamu di tanahnya sendiri. Berbagai tempat strategis lain yang seharusnya milik atau diduduki orang Papua, juga telah dikuasai atau diambil alih oleh pendatang.

“Sehingga sudah pasti uang yang nilainya besar, yang sudah disiapkan pemerintah daerah melalui pemerintah pusat itu jelas setelah dapat, mereka akan bawa pulang kembali ke kampung halamannya,” ucapnya.

Sementara, lagi lanjutnya, orang Papua akan terus dan terus melarat dibalik bangganya menjadi tuan rumah Pekan Olarahga Nasional.

Lalu juga dengan adanya PON, dikatakan, orang Papua tidak akan merasa bebas dalam beraktivitas karena tentu akan dilakukan pendropan aparat keamanan dalam jumlah besar ke Papua yang kemudian disebar ke seluruh daerah untuk mengamankan jalannya PON.

“Suka tidak suka, yang jelas tetap anggota pasukan TNI dan POLRI dari Jakarta akan didatangkan ke Papua pakai alasan amankan PON. Ini akan bikin luka trauma orang Papua yang ada makin sakit. Semua aktivitas jadi terganggu hanya karena takut. Kebutuhan makan minum sehari-hari jadi korban ujung-ujungnya dan akan bikin kita orang Papua makin sengsara,” bebernya.

Sehingga untuk menghindari hal-hal tersebut, sebagai pimpinan Pemuda Baptis di Tanah Papua, ia meminta dan sangat berharap kepada panitia penyelenggara agar harus prioritaskan anak asli putra daerah yang memiliki usaha untuk dilibatkan [langsung] dalam setiap iven PON.

“Seperti usaha mama-mama Papua yang punya karya luar biasa seperti anyaman noken, gelang, tas, topi dan pakaian rompi. Lalu mama-mama penjual sayur-mayur, buah-buahan, semua harus dinomor satukan, karena iven PON ini momentum bagi kita orang Papua untuk berkarya,” pintanya.

Karena, ia menambahkan jika diberi kesempatan ruang untuk berkarya dengan sebebas-bebasnya serta ada dukungan dan dorongan, orang Papua mampu buktikan. [*]

Reporter: Yas Wenda

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *