Mahasiswa FKIP Uncen Nabire palang kampus, ini alasannya

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Dalam rangka mendesak pihak kampus UPP PGSD FKIP Uncen Nabire harus menerima mahasiswa baru (maba) secara umum, mahasiswa dari kampus tersebut memalang beberapa ruangan dan pintu atau gerbang pagar kampus dengan cara mengunci. Pemalangan dilakukan pada 14 Juni 2021.

Hal ini disampaikan koordinator mahasiswa, Frengky Pigome, kepada wartawan wagadei.com melalui sambungan telepon, Jumat (18/6/2021).

“Kami sudah palang kampus dari Senin (14/6) kemarin. Kami kunci ruangan dan pagar supaya tidak boleh ada aktivitas di kampus. Kunci-kuncinya ada di tangan saya sekarang,” kata Pigome beri keterangan.

Pemalangan, seperti diberitakan sebelumnya, dilakukan lantaran tidak terima karena pihak kampus berkeinginan menerima maba hanya yang bertamatan dari SMA Plus KPG Nabire.

“Pemalangan ini kami akan jaga terus sebagai bentuk desakan jawab tuntutan kami minta terima maba secara umum. Selama tidak ada jawaban, kami tetap palang,” tegasnya.

Alasan pihak kampus menerima maba khusus bertamatan SMA Plus KPG Nabire berdasarkan adanya surat keputusan (SK) Rektor Uncen pusat. Kata Pigome, alasan itu sudah ia dan seluruh mahasiswa terima namun supaya dapat dipercaya, pihak kampus diminta datangkan rektor atau dekan bersangkutan dari Uncen pusat untuk mendapatkan penjelasan langsung.

“Di kampus ini banyak masalah dan semuanya belum beres, bagaimana kami bisa percaya. Kami minta pihak kampus harus datangkan rektor atau dekan dari pusat supaya bisa jelaskan soal SK ini apa benar rektor yang keluarkan atau siapa. Karena kalau tidak, tetap kami tidak percaya,” bebernya.

Selama itu tidak dilakukan, kembali ditegaskan, palang tetap lanjut dan pihak kampus tidak boleh membuka diluar sepengetahuan mereka.

“Berani buka, kami akan lakukan tindakan aksi yang lebih lagi,” ungkapnya.

Dalam tuntutan pemalangan, dijelaskan, jika tidak terima maba dari luar SMA KPG maka tahun ajaran 2021-2022 ini ditiadakan penerimaan mahasiswa baru. Juga pihaknya meminta agar seluruh mahasiswa aktif lebih baik dikeluarkan dan sekaligus kembalikan uang semester dari awal hingga sekarang.

Emeliana Douw, salah satu mahasiswa, terpisah, mengatakan tuntutan mereka harus pihak kampus jawab. Menurutnya sebab dalam SK yang sebenarnya diperbolehkan menerima maba dari luar.

“Kami mendapatkan informasi dari salah satu dekan pusat bahwa untuk maba bisa terima dari luar yaitu sebanyak 250 lebih maba dan selebihnya itu dari SMA KPG. Ini kan jelas, jadi tuntutan kami harus jawab,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan alasan rektor Uncen Nabire yang masih bersikeras memegang prinsip untuk menerima maba hanya dari SMA KPG.

“Kalau merasa benar, kenapa sampai sekarang rektor Nabire belum datangkan pihak bersangkutan dari Uncen pusat supaya bisa jelaskan ke kami. Ini kan aneh dan ada kepentingan apa sebenarnya?,” tanyanya.

Sikap ditunjukkan rektor dinilainya hendak mematikan sumber daya manusia generasi penerus orang Papua khususnya di wilayah Meepago.

“Wilayah Meepago ini luas, butuh sekali banyak guru terutama di kampung-kampung. Kalau sikap rektor seperti ini, jelas dia secara langsung mau mematikan SDA di Meepago. Kita sebagai mahasiswa tidak terima dan akan lawan,” tekannya.

Sebelumnya, Fransiskus Don Bosco, mewakili rektor FKIP Uncen Nabire, mengatakan sesuai SK rektor Uncen pusat, maba yang akan diterima hanya bertamatan dari SMA KPG Nabire.

“Sesuai SK rektor pusat kami akan terima maba hanya yang bertamatan dari SMA KPG saja. Di luar itu tidak bisa,” katanya kepada para mahasiswa dalam pertemuan bersama membahas soal tersebut belum lama ini.

Alasannya, menurutnya, karena kebijakan tersebut adalah dari rektor pusat yang tidak bisa pihaknya sebagai kampus cabang di daerah, langgar.

Reporter: Elias Douw

Editor: Glow

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *