Helikopter militer Indonesia pantau Mabes TPN-PB Meepago

  • Bagikan

Paniai, [WAGADEI] – Helikopter milik Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] dilaporkan melakukan pemantauan di Markas Besar [Mabes] Tentara Pemebebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN PB OPM) Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Meepago. Pemantauan itu dilakukan selama dua hari yakni tanggal 13 dan 15 Juni 2021.

Hal itu dikatakan pimpinan TPN PB OPM Meepago, Jend. Damianus Magai Yogi helikopter berwarna putih itu memantau secara berturut-turut selama empat dalam dua hari.

“Mereka menembaki ke kami sekitar 30 peluru dari ketinggian. Kami juga balas sekita 10 peluru. Itu tanggal 13 dan 15 Juni, kami baku tembak tapi keadaan kami saat ini baik-baik saja tidak ada korban satu pun”, ungkap pimpinan TPN PB OPM Meepago, Jend. Damianus Magai Yogi.

Pemantauan itu kata dia, ribuan pasukan gabungan militer kolonial Republik Indonesia menguasai seluruh wilayah West Papua dengan titik target di tanah Papua termasuk wilayah Meepago Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire dan Intan Jaya.

“Maka kami dari TPN-PB induk pertahanan Devisi II Makodam Pemka IV Paniai wilayah Meepago tidak akan mundur dan siap tunggu di Meepago. Dan jika tentara setan teroris kolonial Indonesia mengundang kami, maka kami akan siap terima 24 jam di lima wilayah Meepago sampai Papua merdeka 100 persen,” ungkapnya.

Ia menegaskan, West Papua merupakan tanah air kami naka NKRI segera keluar dari wilayah West Papua dari Sorong sampai Samarai.

“Jangan mengganggu warga sipil kami yang berada di West Papua terlebih khususnya di lima kabupaten Meepago Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Nabire,” ucapnya.

Jika hanya datang teror dan menakut-nakuti warga sipil, ia menegaskan pimpinan Negara Indonesia, dan Kepolisian agar segera sediakan medan perang.

“Militer kolonial Indonesia masuk berperang tanpa memberikan surat kepada kami dan tanpa sediakan medan perang. Kami pernah masuk medan perang di Enarotali pada tanggal 17 Agustus 2017 atas surat undangan resmi,” katanya. [*]

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *