Calon mahasiswa baru dari Pegunungan akui sulit daftar online

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Para calon mahasiwa baru yang hendak mendaftarkan diri untuk masuk perguruan tinggi melalui seleksi online seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri [SBMPTN].

Hal itu bukan lantaran Papua sering mengalami gangguan koneksi internet namun memang keterbatasan akses internet, terutama di balik gunung seperti wilayah adat Lapago.

Salah satu calon mahasiswa baru asal Kabupaten Lanny Jaya, Lunias Wenda mengatakan, pihaknya terhambat untuk mengikuti seleksi penerimaan masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta karena semua serba online.

“Kami sekolah SMA di kampung, dibalik gunung sana tidak ada jaringan Telkomsel apalagi jaringan internet. Sehingga kami ikut daftar jalur lokal, namun jalur lokal ini banyak sekali yang mendaftar karena semua calon mahasiswa baru ketingalan lebih banyak,” ujar Lunias Wenda di Jayapura, Rabu, [16/6/2021].

Setibanya di Kota Jayapura, kata dia berhadapan dengan matinya jaringan internet. “Wah sial juga, padahal dari jauh-jauh datang hanya kejar mau daftar online tapi setibanya di sini [Jayapura] jaringan internet sudah mati lagi,” katanya.

Ia berharap dengan macetnya jaringan internet belakangan ini di Jayapura, maka ada penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru jalur lokal. “Ini kan adil, daripada semua korban karena jaringan internet yang mati total selama satu bulan lebih di sini,” ucapnya.

Lidia Gombo, mahasiwa baru lainnya mengatakan, terlebih khusus untuk kampus Uncen Jayapura agar ada toleransi soal penerimaan mahasiswa baru melalui jalur online dengan mempertimbangkan kondisi pemutusan jaringan internet belakangan ini.

“Ya karena kami (mahasiswa baru) ini merupakan SDM yang perlu diperhatikan. Apalagi soal jalur masuknya ini. Ini sangat perhatikan serius,” ujarnya. [*]

Reporter: Yas Wenda

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *