Tanah dan manusia Papua hancur

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Pemuda Papua asal Meepago, Simion mengatakan selama ini bangsa Indonesia memprioritaskan dirinya melalui beragam cara guna menghancurkan tanah Papua dan memusnahkan manusia Papua.

Akhir-akhir ini negara Indonesia melalui Menkopolhukam Mahfud MD melabeli orang Papua terutama yang berseberangan dengan negara Indonesia disebut sebagai teroris.

“Lalu teroris itu sebenarnya siapa? Karena label teroris maka tanah dan manusia Papua hancur,” ujar Simion kepada wagadei.com dibalik selulernya Selasa, [15/6/2021].

Atas berbagai peristiwa ia menyayangkan atas segala kehancuran yang terjadi di atas tanah Papua dan dialami oleh manusia Papua.

“Sayang sekali, taman dan manusia Papua hancur dalam sekejap mata”, ungkap dia.

Dalam rangka pencegahan jalur menuju genosida bagi generasi muda Papua dan hilangnya tempat tinggal, ia menyerukan bahwa perlunya dilakukan dialog dengan melibatkan rakyat yang dinamakan pejuang pembebasan.

Menurutnya, Tuhan menciptakan tanah dan manusia Papua bukan main-main. Ironisnya, mengambil emas secara ilegal, ilegal logging secara besar-besaran menuju kehancuran keperawanan alam bahkan pembunuhan brutal kepada pemiliknya tak henti-henti.

Pemuda Meepago lainnya, Laoren mengatakan, teroris adalah negara Indonesia karena melakukan banyak kekerasan di bumi Cenderawasih.

Ia menegaskan kepada pemerintah Indonesia di Papua jangan terlalu berlebihan bahas Otsus dan pemekaran daerah, diminta ajak pemerintah pusat ke Papua temui rakyat agar dengar apa yang menjadi mau rakyat Papua.

“Tanah dan manusia Papua hancur ini bukan hal sepele, jangan main-main. Hal ini selesaikan secara serius,” katanya.

Ia menambahkan lagi, orang Papua perlu menyadari bahwa lingkungan hidup dan kehidupan manusia sedang terancam bahaya kerusakan dan kehancuran.

Selanjutnya bagimana cara mengusahakan pengobatan, pemeliharaan dan pelestarian alam dengan membuat program yang berwawasan ekologis dan bagimana cara memutuskan mata rantai pemusnah orang Papua.

“Orang lain tak mungkin menyelamat diri dan keluarga, kamulah yang harus mengubah nasib mengapai hari esok yang aman dan cerah,” pungkasnya. [*]

Reporter: Norbertus Douw

Editor: Uka Daida

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *