PHP Dev Cloud Hosting

Pastor Izaak Bame tegaskan Polisi jangan tunggu orang Papua beraktivitas

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Manokwari Sorong, Pastor Izaak Bame, Pr menegaskan kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di tanah Papua hanya menunggu orang asli Papua (OAP) melakukan aktivitas. Seperti kedatangan anggota Polisi dari Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota di aula kantor P3W GKI Padang Bulan Abepura, Kota Jayapura pada Jumat, (11/6/2021) ketika Dewan Gereja Papua melaunching buku berjudul “Tuntut Martabat, Orang Papua Dihukum” yang ditulis oleh Theo Van Den Broek.

Menurut Pastor Izaak Bame, seakan-akan OAP diibaratkan mahkluk aneh yang musti dijaga ekstra ketat.

“Kerja anggota Kepolisian ini tidak jelas, hanya tunggu Orang Asli Papua (OAP) melakukan aktifitas, lalu Polisi datang dan hentikan kegiatan OAP. Memangnya orang asli Papua ini makhluk aneh di atas tanahnya?,” ungkap Pastor Izaak Bame, Pr dilansir monitorpapua.com.

Pastor asli Papua ini meminta Kapolda Papua agar menindak tegas bawahannya yang telah melarang launching buku itu.

“Memangnya buku yang ditulis Pak Theo Van Den Broek itu dimuat ‘virus’ yang mematikan sehingga selalu bawa senjata?,” katanya bertanya.

Pelucuran buku yang diadakan Dewan Gereja Papua kata dia, adalah bentuk edukasi pemikiran yang baik kepada umat dan masyarakat supaya menerima informasi yang tepat dan bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi di dalam Negara Republik Indonesia.

“Jadi saya minta kepada Kapolda dan Kapolresta Jayapura cara tak terpuji itu. Ya hentikan saja, karena cara itu menunjukkan bahwa petinggi Polri itu kurang profesional untuk menjalankan fungsi sebagai Kapolda dan Kapolresta,” ujarnya tegas.

Sebelumnya diberitakan wagadei.com pada kesempatan itu dihadiri oleh Dr. Benny Giay Ketua GKI Kingmi di Tanah Papua dan Dr. Socratez Sofyan Yoman selaku Presiden Gereja Baptis Papua sebagai pembeda buku tersebut, serta berbagai undangan dan simpatisan.

Pantauan wartawan saat kegiatan itu berlangsung Polisi dan intel mendatangi lokasi kegiatan. Kedatangan itu untuk menghentikan seminar dan diskusi karena tidak ada izin.

Namun salah satu pengacara hukum Papua, Gustaf R. Kawer kepada anggota Polisi mengatakan, kegiatan diskusi ilmiah yang dilakukan itu oleh Dewan Gereja Papua.

“Jadi seperti ini sangat tidak perlu ada izin Polisi, itupun tidak ada dalam undang-undang. Kecuali aksi demo yang melibatkan banyak orang,” ujar Kawer di teras aula Kantor P3W. [*]

Redaksi

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *